Uji Coba Gas Portable Picu Kebakaran Rumah di Melong Cimahi, Tiga Orang Terluka

  • 05 Jun 2026 10:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Uji coba alat torch yang terhubung dengan tabung gas portable diduga menjadi pemicu kebakaran yang melanda sebuah rumah di Jalan Bungur 9, RT 03 RW 15, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Jumat 5 Mei 2026 dini hari. Percikan api yang muncul saat pengujian alat tersebut menyambar kasur busa di dalam kamar hingga memicu kobaran api yang cepat membesar.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 00.45 WIB dan membuat warga sekitar panik. Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Cimahi untuk meminta bantuan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan laporan diterima petugas pada pukul 01.06 WIB. Tim pemadam kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Petugas tiba di lokasi pada pukul 01.17 WIB dengan mengerahkan tiga unit pancar, satu unit rescue, dan 12 personel untuk memadamkan api.” ujar Aep.

Rumah milik Aldri dengan luas bangunan sekitar 140 meter persegi menjadi objek yang terbakar dalam kejadian tersebut. Dari total luas bangunan, sekitar 82 meter persegi mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.

Menurut hasil pendataan sementara, kebakaran diduga berawal dari kelalaian saat melakukan pengetesan alat torch di dalam kamar. Percikan api yang muncul kemudian mengenai kasur busa dan dengan cepat menjalar ke bagian lain rumah.

“Api diduga berasal dari percikan saat pengujian alat torch yang menggunakan tabung gas portable di dalam ruangan.” ucapnya.

Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual sebelum petugas tiba. Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api.

Kondisi lingkungan yang berada di kawasan padat penduduk turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Akses menuju lokasi yang harus dilalui melalui gang sepanjang sekitar 360 meter membuat mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara langsung.

Selain itu, petugas juga menghadapi kendala teknis saat proses pemadaman berlangsung. Salah satu selang unit pemadam mengalami kebocoran sehingga sempat menghambat suplai air ke titik api.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Aldri (45) dan Sherly (32) mengalami luka ringan, sedangkan Rivaldo (22) mengalami luka dengan kategori sedang.

Meski menimbulkan korban luka, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 12 penghuni rumah berhasil diselamatkan berkat kerja sama petugas dan warga sekitar.

“Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini dan seluruh penghuni berhasil dievakuasi dengan selamat.” katanya.

Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp200 juta. Nilai tersebut terdiri dari kerusakan bangunan sekitar Rp150 juta dan kerugian isi rumah sekitar Rp50 juta.

Petugas berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Sedikitnya empat bangunan senilai sekitar Rp400 juta serta barang-barang bernilai Rp150 juta berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.

Proses pemadaman dan pendinginan akhirnya selesai pada pukul 02.20 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke markas komando pada pukul 02.30 WIB setelah memastikan kondisi lokasi aman.

Pasca kejadian, petugas melakukan pendataan terhadap korban serta kerusakan yang ditimbulkan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat menggunakan tabung gas portable maupun peralatan yang menghasilkan api, terutama di dalam ruangan tertutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kelalaian kecil saat menggunakan peralatan berbahan bakar gas dapat berujung pada kebakaran besar. Kewaspadaan dan penerapan standar keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....