Pemkot Bandung Tunda Pemotongan Kabel Udara di Asia Afrika

  • 02 Jun 2026 12:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menunda pelaksanaan pemotongan kabel udara di kawasan Jalan Asia Afrika. Penundaan dilakukan bukan karena adanya penolakan dari para operator telekomunikasi, melainkan karena kesiapan teknis yang dinilai belum memadai untuk menjamin kelancaran layanan publik setelah proses pemotongan dilakukan.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa langkah penataan kabel udara tetap akan dilaksanakan. Namun, pemerintah tidak ingin proses tersebut menimbulkan dampak negatif berupa terganggunya layanan internet maupun layanan publik yang bergantung pada jaringan telekomunikasi.

‎“Bukan karena ada penolakan. Mereka sebenarnya belum siap. Kalau kita mau melakukan pemotongan kabel, kita harus memastikan seluruh sistem cadangan atau backup sudah berjalan dengan baik untuk pelayanan publik. Setelah evaluasi sampai semalam dan bahkan tadi subuh, ternyata memang belum siap,” ujar Farhan usai kegiatan perapihan dan pemotongan kabel udara di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa 2 Juni 2026.

‎Farhan menjelaskan, khusus untuk jalur Jalan Asia Afrika, Pemerintah Kota Bandung masih menunggu kesiapan para operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet. Menurutnya, pemerintah telah meminta seluruh pihak terkait untuk menyepakati jadwal baru kapan proses pemotongan dapat dilakukan tanpa menimbulkan risiko gangguan layanan.

‎“Kalau tanggal pelaksanaan dari sisi pemerintah sebenarnya sudah ditentukan. Tetapi kami harus memastikan kapan para operator benar-benar siap. Itu yang sedang kami kejar, khusus untuk jalur Asia Afrika,” katanya.

‎Meski pemotongan di kawasan Asia Afrika ditunda, Pemkot Bandung tetap melanjutkan penataan kabel udara di jalur lain yang telah dipastikan aman. Farhan menyebut jalur kedua yang saat ini dikerjakan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis sehingga proses pemotongan tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat.

‎“Kita lanjutkan ke jalur berikutnya karena sudah dipastikan pemotongannya tidak akan mengganggu pelayanan publik dan tidak akan menimbulkan blackout,” ujarnya.

‎Menurut Farhan, seluruh sistem cadangan di jalur yang saat ini dikerjakan telah selesai dipasang. Oleh karena itu, proses pemotongan kabel dapat dilakukan secara langsung tanpa jeda waktu yang berpotensi menyebabkan gangguan jaringan.

‎“Di sini tidak boleh ada jeda. Begitu dipotong, jaringan penggantinya harus langsung menyala dan langsung tersambung. Makanya kami memastikan terlebih dahulu bahwa seluruh proses pemindahan jaringan sudah siap sebelum kabel lama dipotong,” jelasnya.

‎Farhan menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan, termasuk dengan asosiasi penyelenggara jaringan telekomunikasi, penyedia layanan internet, serta perusahaan infrastruktur yang terlibat dalam program penataan kabel udara.

‎Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menegakkan aturan terkait penataan utilitas kota demi menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan estetis. Namun demikian, aspek pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

‎“Saya masih menunggu laporan lengkap. Yang paling penting, pemotongan itu harus didahului dengan kesiapan backup. Penegakan aturan tentu menjadi prioritas, tetapi yang lebih penting lagi adalah dampaknya. Jangan sampai karena penegakan aturan justru terjadi blackout layanan publik,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....