Walikota Bandung Lakukan Pemotongan Kabel Udara yang Sudah Siap
- 02 Jun 2026 11:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus melanjutkan program penataan jaringan utilitas dengan melakukan pemotongan kabel udara di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa 2 Juni 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperindah wajah kota sekaligus memindahkan jaringan kabel ke sistem bawah tanah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pemotongan kabel hanya dilakukan pada jaringan yang telah memiliki sistem cadangan (backup) dan siap dialihkan ke kabel bawah tanah. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap pelayanan publik yang bergantung pada jaringan telekomunikasi dan internet.
"Kalau yang ini sudah ada backup-nya semua. Jadi begitu kabel udara dipotong, tinggal langsung melakukan perpindahan ke jaringan yang sudah tersedia di bawah tanah," ujar Farhan usai kegiatan pemotongan kabel di Jalan Merdeka, selasa 2 Juni 2026.
Namun demikian, Farhan mengungkapkan masih terdapat sejumlah operator yang belum siap melakukan migrasi jaringan. Dari total 39 operator yang terlibat dalam program penataan kabel, baru 18 operator yang dinyatakan siap, sementara 21 lainnya masih belum menyelesaikan kesiapan teknis.
Menurut Farhan, kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa Pemkot Bandung tidak langsung melakukan pemotongan seluruh kabel udara yang masih terpasang. Bahkan, persoalan ini turut mendapat perhatian dari Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Nasional yang datang langsung untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
"Dari 39 yang sudah siap itu baru 18. Jadi masih ada 21 yang belum siap. Tadi Ketua Umum Apjatel Nasional langsung datang. Sebenarnya saya tadinya mau langsung potong saja, tetapi pertimbangannya bukan soal operator siap atau tidak, melainkan karena backup untuk pelayanan publik ternyata belum sepenuhnya siap," katanya.
Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi mengganggu layanan masyarakat. Beberapa layanan penting yang menjadi perhatian antara lain layanan perbankan serta jaringan internet yang digunakan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Kita tidak mau asal memotong kabel lalu ternyata layanan publik terganggu. Ada beberapa layanan yang sangat krusial seperti layanan perbankan dan jaringan online untuk SPMB yang harus dipastikan tetap berjalan normal," ucapnya.
Ia mengaku kecewa karena proses persiapan yang dilakukan sejumlah operator dinilai berjalan lambat. Padahal, menurutnya, rencana penataan kabel udara ini telah disosialisasikan sejak jauh hari.
"Saya sebagai wali kota sudah mendapat amanah sejak Desember 2024. Pada Desember 2025 kami sudah mengumumkan program ini. Januari 2026 kita bahkan sudah mulai melakukan pemotongan di kawasan bawah batu dan berjalan baik. Jadi sebenarnya ini menunggu apa lagi?" kata Farhan.
Meski demikian, Pemkot Bandung tetap memberikan kesempatan kepada operator yang belum siap untuk menyelesaikan proses migrasi jaringan. Farhan menyebut permintaan tambahan waktu tersebut disampaikan langsung oleh Apjatel Nasional.
"Saya tawarkan kepada mereka. Karena yang datang tadi Ketua Umum Apjatel, beliau meminta waktu tambahan. Saya bilang boleh, tetapi yang menentukan tenggat waktunya bukan saya, melainkan mereka sendiri. Sekarang semuanya harus jelas dan terukur," tuturnya.
Farhan menegaskan bahwa apabila sistem cadangan sudah benar-benar siap dan tidak berpotensi mengganggu layanan masyarakat, maka pemotongan kabel udara akan dilakukan tanpa penundaan.
"Kalau sejak subuh tadi saya yakin backup-nya sudah 100 persen siap seperti di Jalan Merdeka ini, pasti langsung saya potong. Tapi kenyataannya belum sepenuhnya siap. Untuk urusan koneksi internet saat ini, kalau belum 100 persen siap bisa menimbulkan masalah dan mengganggu pelayanan publik. Karena itu kita harus hati-hati. Kalau yang di sini sudah siap, maka bisa langsung kita potong," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....