Bukan Sekadar Ijazah, Karakter dan Mental Kunci Lulusan LKP Dibutuhkan Global
- 01 Jun 2026 19:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah semakin terbukanya peluang kerja internasional, banyak lulusan Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja global. Persoalannya bukan lagi sekadar keterbatasan keterampilan teknis atau minimnya ijazah, melainkan kesiapan karakter, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan mental dalam menghadapi lingkungan kerja lintas budaya.
Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Seri 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mendunia bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional” yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), secara daring.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja internasional saat ini telah bergeser. Jika sebelumnya kemampuan teknis menjadi fokus utama, kini perusahaan global lebih menekankan karakter dan sikap kerja.
“Ijazah dan keterampilan teknis saat ini hanya menjadi tiket masuk. Yang menentukan seseorang mampu bertahan dan berkembang adalah kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi, serta etika kerja yang baik,” ujar Tatang, dalam keterangannya, Senin 1 Juni 2026.
Menurutnya, banyak pekerja yang memiliki kompetensi teknis memadai, tetapi kesulitan menghadapi tekanan kerja, perbedaan budaya, hingga kerinduan terhadap keluarga ketika bekerja di luar negeri. Kondisi tersebut kerap menjadi faktor yang menghambat keberhasilan karier internasional.
“Bekerja di luar negeri bukan sekadar soal gaji atau pengalaman baru. Ada tantangan mental yang harus dihadapi setiap hari. Karena itu, pekerja harus memiliki ketangguhan, kejujuran, dan kemampuan bekerja sama dalam lingkungan multikultural,” katanya.
Menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen terus memperkuat ekosistem LKP agar tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja global.
Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 12.601 LKP yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai bidang keterampilan. Seiring meningkatnya kebutuhanr tenaga kerja internasional, lulusan LKP mulai banyak terserap di sektor hospitality, caregiver, terapi spa, kapal pesiar, hingga manufaktur.
Namun demikian, peningkatan kualitas lulusan tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, Direktorat Kursus dan Pelatihan melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri global, penguatan sertifikasi kompetensi, peningkatan kapasitas pendidik, hingga pendampingan alumni melalui Sistem Informasi Penempatan Kerja dan Alumni (SIPAKU).
“Kami ingin memastikan kurikulum yang diajarkan di LKP benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri internasional. Melalui webinar rutin dan kolaborasi dengan mitra luar negeri, pengelola LKP dapat memahami kebutuhan pasar kerja global secara langsung,” jelas Yaya.
Keberhasilan lulusan LKP di berbagai negara menjadi bukti bahwa karakter dan mental tangguh memiliki peran penting dalam karier global.
Pesan yang mengemuka dari webinar tersebut jelas: di era persaingan global, ijazah dan keterampilan teknis memang penting, tetapi karakter yang kuat, sikap kerja yang baik, dan mental tangguh menjadi kunci utama untuk membuka sekaligus mempertahankan peluang karier di panggung dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....