Program Penataran Kader Pelatih , Siapkan Instruktur Pencak Silat Militer

  • 31 Mei 2026 19:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum Pencak Silat Militer (PSM) Brigjen TNI Andri Amijaya resmi menutup Program Penataran Kader Pelatih PSM Ke-2 Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Markas Komando Dinas Jasmani Angkatan Darat (Mako Disjasad) TNI AD, Cimahi, Jawa Barat.

Program yang digelar secara terpusat tersebut diikuti oleh 107 prajurit pilihan TNI Angkatan Darat yang berasal dari berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang digagas Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak guna memperkuat pengembangan Pencak Silat Militer di lingkungan TNI AD.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Andri Amijaya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat menegaskan pentingnya peran para kader pelatih sebagai ujung tombak pengembangan PSM di satuan masing-masing.

"Melalui program ini, para peserta dibekali kemampuan teknis dan metodologi kepelatihan yang diharapkan dapat diterapkan serta disebarluaskan setelah kembali ke daerah penugasan," kata Brigjen TNI Andri, Sabtu 30 Mei 2026.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat, H. Phinera Wijaya, memberikan apresiasi atas komitmen TNI AD dalam menjalankan program kaderisasi pelatih pencak silat secara berkelanjutan.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Icak tersebut, perkembangan PSM dalam kurun waktu satu tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.

“Sejak diresmikan oleh PB IPSI dan dihadiri langsung oleh KASAD pada 23 Mei 2025, perkembangan PSM sangat pesat dan melampaui ekspektasi,” ujar Kang Icak saat menghadiri upacara penutupan.

Ia menilai langkah yang dilakukan TNI AD tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan bela diri prajurit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa melalui pencak silat.

Kang Icak menambahkan bahwa karakter dasar prajurit seperti disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab menjadi modal penting dalam membangun PSM sebagai identitas khas prajurit TNI AD sekaligus wadah pembinaan prestasi olahraga.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta yang telah mengikuti penataran dapat menjadi agen pengembangan PSM di wilayah masing-masing.

“Kalian adalah kader-kader terbaik. Setelah kembali ke satuan dan daerah tugas, terus amalkan ilmu yang diperoleh, kembangkan kemampuan, dan jangan pernah berhenti berlatih. Tunjukkan bahwa PSM mampu berprestasi dan semakin dicintai masyarakat sebagai warisan budaya luhur bangsa,” katanya.

Dengan berakhirnya Penataran Kader Pelatih PSM Ke-2 Tahun Anggaran 2026, TNI AD menargetkan terbentuknya jaringan instruktur PSM yang semakin kuat dan merata di seluruh Indonesia guna mendukung pembinaan prajurit sekaligus pelestarian olahraga tradisional pencak silat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....