SMAN 3 Cimahi Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Siapkan Generasi Unggul Berdaya Saing
- 31 Mei 2026 14:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - SMAN 3 Cimahi resmi ditunjuk sebagai salah satu Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul di Kota Cimahi. Program tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan menengah unggulan di Jawa Barat yang bertujuan mencetak peserta didik berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Penunjukan SMAN 3 Cimahi sebagai Sekolah Maung dilakukan berdasarkan sejumlah regulasi yang mengatur penyelenggaraan pendidikan bagi siswa berbakat dan berpotensi unggul. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Kepala SMAN 3 Cimahi, Endi Diana Ruskandi, menjelaskan bahwa keberadaan Sekolah Maung memiliki landasan hukum yang kuat. Salah satunya merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan pemberian layanan pendidikan khusus bagi peserta didik dengan kecerdasan dan bakat istimewa.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda. Melalui kebijakan tersebut, lahir SMA Garuda yang saat ini jumlahnya masih terbatas dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Menurut Endi, dalam regulasi tersebut juga diatur mengenai SMA Unggul Garuda Transformasi yang dapat berasal dari SMA maupun Madrasah Aliyah yang dikelola pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat. Sekolah-sekolah tersebut kemudian ditingkatkan kualitasnya untuk menjadi satuan pendidikan unggulan.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memperkuat program tersebut melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Sekolah Manusia Unggul dan petunjuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026-2027. Kebijakan itu menjadi dasar pelaksanaan Sekolah Maung di berbagai SMA dan SMK yang memenuhi persyaratan.
Endi menjelaskan bahwa Sekolah Maung dirancang sebagai lembaga pendidikan dengan standar yang lebih tinggi dibanding standar nasional pendidikan. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan kurikulum nasional, kurikulum internasional, serta kurikulum spesialisasi sesuai kebutuhan peserta didik.
“Tujuannya untuk menyiapkan lulusan yang mampu lolos seleksi perguruan tinggi terkemuka domestik dan internasional tanpa kehilangan akar kultural Sunda dan komitmen pengabdian pada masyarakat Jawa Barat,” ujar Endi, Sabtu 30 Mei 2026.
Saat ini, Sekolah Maung masih menerapkan konsep day school plus tanpa asrama. Namun Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh Sekolah Maung dapat berkembang menjadi sekolah berasrama dalam empat tahun mendatang.
Tidak semua sekolah dapat ditunjuk sebagai Sekolah Maung karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya kepemilikan aset tanah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan sekolah induk SMA Terbuka, serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Untuk mendukung kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam menyiapkan tenaga pendidik terbaik. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga standar pendidikan di sekolah-sekolah unggulan.
“Guru-guru terbaik dari sekolah kependidikan seperti UPI Bandung nantinya akan disalurkan ke 28 SMA dan 13 SMK untuk memenuhi standar kependidikan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....