Nilai Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Masih Stabil

  • 29 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif terkendali.

‎Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan komoditas yang sebelumnya sempat dikhawatirkan terdampak fluktuasi dolar, seperti tahu berbahan baku kedelai impor, masih berada dalam kondisi aman dan stabil di pasaran.

‎“Yang pernah saya sampaikan sebelumnya, yang terpengaruh dolar seperti tahu yang bahannya dari kedelai, itu juga sudah stabil. Kemarin terakhir saya ke Pasar Cihapit, saya tanya pedagang tahu, tetap, tidak ada perubahan,” ujar Ronny, Jumat 29 Mei 2026.


‎Menurutnya, hingga akhir Mei 2026 sejumlah komoditas utama di pasar tradisional Kota Bandung masih berada pada harga yang relatif stabil. Harga daging sapi tercatat masih bertahan di kisaran rata-rata Rp151 ribu per kilogram. Sementara telur ayam berada di harga Rp28 ribu per kilogram dan daging ayam di kisaran Rp37 ribu per kilogram.

‎Ronny menjelaskan, stabilitas harga tersebut tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait. Disdagin Kota Bandung secara berkala melakukan monitoring ke pasar tradisional maupun ritel modern guna memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga.

‎“Seperti yang biasa kami lakukan, kami terus melakukan pemantauan dan monitoring, baik ke pasar tradisional maupun ritel. Termasuk melakukan komunikasi efektif dengan distributor dan Bulog untuk BUMN-nya,” katanya.


‎Selain pengawasan harga, Pemkot Bandung juga terus menggencarkan berbagai program pengendalian inflasi daerah melalui operasi pasar dan bazar murah. Salah satunya dengan menggelar bazar pangan murah yang telah dilaksanakan di 30 kecamatan di Kota Bandung.

‎Program tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

‎“Kemarin terakhir kami juga melaksanakan bazar murah yang sudah selesai di 30 kecamatan. Kami juga berkoordinasi dengan DKPP untuk ketahanan pangan, karena DKPP juga ada kegiatan yang beririsan seperti gerakan pangan murah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....