Pemerintah Berencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Ini Kata Pengamat
- 28 Mei 2026 20:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Rencana mengaktifkan kembali layanan penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara mendapat respons positif dari berbagai pihak. Kebijakan yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai dapat menjawab kebutuhan masyarakat Bandung terhadap akses transportasi udara yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Wacana reaktivasi Bandara Husein kembali menguat setelah Presiden memberikan arahan untuk mengaktifkan kembali operasional bandara tersebut, bersamaan dengan rencana reaktivasi Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta. Menindaklanjuti rencana itu, Sebelumnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mulai menyiapkan sejumlah langkah pendukung, termasuk peningkatan sarana dan prasarana untuk mempermudah akses kendaraan menuju kawasan bandara.
Farhan mengatakan upaya tersebut dilakukan guna mengembalikan aktivitas Bandara Husein seperti saat masih menjadi salah satu pusat mobilitas udara di Bandung. “Intinya, kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya sekitar 3,8 juta orang, terdiri dari 3 juta penerbangan domestik dan 800 ribu penerbangan internasional,” kata Farhan, Rabu 27 Mei 2026.
Ia juga mengusulkan peningkatan konektivitas transportasi, termasuk akses dari kawasan Tol Pasteur menuju area PTDI untuk mempermudah arus kendaraan menuju bandara. Sementara itu, pengamat transportasi ITB, Sony Sulaksono Wibowo menilai kebutuhan masyarakat terhadap Bandara Husein sebenarnya masih cukup tinggi sejak layanan penerbangan dipindahkan ke Bandara Kertajati.
Menurutnya, perpindahan operasional saat itu belum berjalan maksimal karena masyarakat harus menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju bandara pengganti. “Masyarakat Bandung memang masih membutuhkan layanan penerbangan yang mudah dijangkau. Namun perpindahan tersebut kurang berjalan optimal karena lokasi bandara pengganti membutuhkan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga jam menggunakan mobil,” ujar Sony.
Sony menjelaskan kondisi di Yogyakarta relatif lebih baik karena perpindahan layanan menuju YIA didukung infrastruktur transportasi yang lebih memadai, termasuk keberadaan kereta bandara. Berbeda dengan Jawa Barat, perpindahan operasional dari Bandara Husein menuju BIJB Kertajati dinilai belum sepenuhnya ditunjang infrastruktur penghubung yang matang.
“Pemindahan Bandara Husein ke BIJB tidak berjalan mulus karena pembangunan Tol Cisumdawu sebagai akses utama belum selesai secara bersamaan,” katanya. Ia menambahkan, kehadiran layanan kereta cepat yang menyediakan konektivitas menuju Bandara Soekarno-Hatta juga turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara.
“Reaktivasi kedua bandara ini diharapkan bisa mengembalikan permintaan penerbangan yang sebelumnya cukup tinggi di dua wilayah tersebut,” ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....