Antisipasi Pertumbuhan Penduduk, Pemkab Subang Gercarkan Program KB
- 29 Mei 2026 12:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Subang, dampak dari migarsiin, dimana Kabupaten Subang saat ini sedang menuju kabupaten industri sehingga Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, gencar melakukan pencegahan dengan memprioritaskan program Keluarga Berencana (KB), kepada setiap pasang usia subur (PUS).
Maka dari itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang Yayat Sudrajat, melalui Kabid KB DP2KBP3A Kabupaten Subang Nadilah T. Basharahil mengatakan, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada setiap pasangan usia subur, agar mengikuti program KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), yang meliputi IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang bisa bertahan 5-10 tahun, untuk menunda kehamilan, Implant atau suntik KB berupa barang kecil yang ditanam di lengan atas, tahan 3 hingga 5 tahun, NOW atau Tubektomi berupaa setilisasi wanita berupa operasi kecil untuk menutup saluran telur yang bersifat permanen, dan MOP atau vasektomi berupa operasi kecil untuk menutup saluran sperma yang bersifat permanen. MKJP ini ditargetkan, lanjut Kabid KB, mencapai 34.765 akseptor KB.
"Seiring Subang menuju menjadi daerah industri di Jawa Barat, maka kami perlu mengantisipasi terjadi lonjakan laju pertumbuhan pendudukan (LPP), melalui program KB MKJP, yang 99 persen resiko kegagalannya jika di banding dengan non MKKP, seperti pil, suntik dan kondom. Selain itu biayanya lebih murah," terang Jadilah kepada RRI di Subang, Kamis 28 Mei 2026.
Sedangkan untuk opsi keduanya, DP2KBP3A Kabupaten Subang, lanjut dia, mengajak seluruh pasangan usia subur, atau paska persalinan, untuk mengikuti MKJP berupa KB suntik, pil KB, dan kondom. Non MKJP ini lebih efektif dalam mencegah kehamilan, tapi harus rutin dan lebih gampang putus pakai, yang ditargetkan sebanyak 144.756 akseptor baru.
"Tingkat kegagalannya, tergantung dari tingkat kepatuhan, sehingga rentan terjadi kehamilan jika lupa," ujarnya.
Yang menjadi sasaran DP2KBP3A, baik itu program KB MKJP maupun Non MKJP, yakni selain ibu-ibu di paska melahirkan, atau pasangan usia subur, dengan target 2127 agar lsnjut mengikuti program KB lagi. Dengan harapan, mampu menekan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Subang, dan tidak menjadi bonus demografi.
"Jika LPP. Kita tidak terkendali, maka akan terjadi bonus demografi, yang harus kita antisipasi dari sekarang," tandas dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....