Skema Pendanaan Reaktivasi Bandara Husein Mulai Dikaji
- 28 Mei 2026 17:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut positif rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam menghidupkan kembali aktivitas penerbangan komersial di Kota Bandung.
Farhan menyebut, saat ini proses perencanaan tengah dilakukan secara bertahap, termasuk penghitungan kebutuhan investasi dan pembagian tanggung jawab pendanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.
Menurutnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan menjadi pihak yang melakukan kajian menyeluruh terkait kebutuhan anggaran proyek tersebut.
“Pihak Bappenas yang menghitung akan menentukan investasi pemerintah pusat berapa, investasi pemerintah provinsi berapa, investasi pemerintah kota berapa, termasuk sumber-sumber pembiayaannya,” ujar Farhan di Bandung, Kamis 28 Mei 2026.
Ia menjelaskan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara membutuhkan dukungan pembiayaan besar karena menyangkut berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, fasilitas pendukung penerbangan, hingga penyesuaian operasional bandara.
Farhan mengatakan, apabila pelaksanaan proyek dimulai dalam waktu dekat, maka kemungkinan pembiayaan tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Sebab, sebagian besar anggaran tahun 2026 telah dialokasikan untuk program yang sudah berjalan.
“Kalau dilaksanakan sekarang, anggaran 2026 sudah berjalan semua, maka mungkin menggunakan pinjaman luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan skema Pinjaman Luar Negeri (PLN) memungkinkan dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut. Namun, Farhan mengingatkan bahwa penggunaan pinjaman luar negeri memiliki konsekuensi tanggung jawab pengembalian dana.
“Kalau pakai pinjaman luar negeri, siapa pun yang berhak mengolah uangnya akan berkewajiban untuk mengembalikannya karena statusnya PLN, Pinjaman Luar Negeri,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....