KDM Sebut Sekolah Maung untuk Kembalikan Citra Sekolah Favorit di Jawa Barat

  • 28 Mei 2026 12:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang akan diterapkan di 41 SMA dan SMK pilihan. Menurut Gubernur hal itu bukan untuk menciptakan kesenjangan pendidikan, melainkan mengembalikan citra sekolah favorit yang dahulu dikenal memiliki kualitas akademik dan prestasi unggul.

Menurut Dedi Mulyadi atau KDM, konsep Sekolah Maung hadir untuk membangun kembali budaya kompetisi dan semangat berprestasi di lingkungan sekolah menengah atas dan kejuruan di Jawa Barat. “Sekolah Maung ini sebenarnya mengembalikan image sekolah favorit seperti dulu sebelum sistem penerimaan siswa yang berlaku sekarang,” ujar Dedi, di Graha Manggala Kodam, Rabu 27 Mei 2026.

Ia mencontohkan SMAN 3 dan 5 Bandung yang pada masa lalu dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan, karena memiliki siswa dengan kemampuan akademik tinggi dan prestasi yang menonjol. “Dulu SMAN 3 dasn 5 Bandung menjadi sekolah favorit karena pada saat mau masuk itu harus NEM nya tinggi, dan rata-rata nilai siswanya bagus. Nah, saya ingin seperti itu lagi,” katanya.

Gubernur menilai sekolah unggulan perlu dihidupkan kembali agar mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik.

Meski demikian, ia menegaskan program Sekolah Maung tidak akan menghapus pemerataan pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berkomitmen meningkatkan kualitas seluruh sekolah di berbagai daerah.

“Pertanyaannya, bagaimana siswa yang domisili di sekolah Maung? Siswa itu bisa tetap bersekolah di swasta terdekat, dan biayanya oleh Pemprov Jabar. Tetapi jika nilai akademiknya bagus tentunya bisa masuk ke sekolah Maung,” beber Gubernur. Menurutnya, keberadaan sekolah unggulan justru dapat menjadi pusat pembinaan prestasi sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan sehat.

Program Sekolah Maung sendiri rencananya akan diterapkan di 28 SMAN dan 13 SMKN pilihan di Jawa Barat dengan fokus pada pembinaan karakter, kedisiplinan, prestasi akademik, olahraga, seni, hingga penguasaan keterampilan strategis.

Gubernur juga memastikan proses penerimaan siswa di Sekolah Maung dilakukan secara objektif dan transparan berdasarkan kemampuan dan prestasi siswa. “Tidak boleh ada titipan. Sekolah unggulan harus diisi oleh anak-anak yang memang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berprestasi,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....