DPKH Subang Sebut, Hewan Kurban yang Dipotong Kodim Bebas Penyakit Hewan

  • 27 Mei 2026 19:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Dinas Peternakan dan Kesehatan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Subang, gencar melakukan pemeriksaan hewan kurban, di hari pertama Lebaran Iduladha 1447 Hijriah-2026 Masehi, yang dilakukan secara acak. Dari lima titik lokasi pemeriksaan hewan kurban yang sudah di potong oleh Panitia Kurban, salah satunya di MaKodim 0605/Subang, hasiknya dinyatakan oleh PLH Kabid Keswanat dan Kesmapet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang drh. Sukirman, semuanya normal, sehat dan layak di konsumsi.

Dari lima titik pemeriksaan pemotongan hewan kurban tersebut, lanjut dia, tidak diketemukan adanya hewan kurban yang sakit ataupun yang terkena penyakit hewan seperti, antraks, penyakit kuku dan mulut pada hewan kurban, serta tidak. Diketemukan adanya cacing di jeroan hewan kurban yang telah di potong panitia, seperti di hati, jantung, dan limpa.

"Intinya pemeriksaan sudah dilakukan di lima titik, termasuk di Makodim 0605/Subang. Semua organ yang diperiksa, mulai dari jeroan, hati, paru, limpa, dan ginjal, hasilnya normal, sehat, dan layak didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat daging kurban, dan layak konsumsi," tegas drh. Sukirman kepada RRI di Subang, Rabu 27 Mei 2026.

Drh. Sukirman menyebut, ada 3 penyakit utama:, yang diawasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, pada moment Lebaran Iduladha ini, yakni penyakit antrak, ca ing hati, dan cacing jantung serta TBC. Ciri-cirinya, penyakit dari hewan hidup yang terkena penyakit antraks, ciri khasnya, keluar cairan dari lubang alami, seperti mulut, mata, hidung, telinga, dan anus, cairannya kental hitam kemerahan kayak kecap, jika ditemukan harus dimusnahkan.

Untuk penyakit cacing hati, ciri-cirinya, ada bungkul-bungkul di hati, warnanya kekuningan dan keras, kalau diiris keliatan cacingnya. Sementara Cacing jantung dan TBC, di jantung ada bungkul-bungkul, kalau kena cacing jantung, begitupun dengan penyakit TBC juga masuk daftar yang diawasi.

"Kalau ditemukan organ yang terinfeksi penyakit di atas, harus diafkir atau dibuang, jangan dibagikan ke masyarakat, karena dapat membahayakan, jika di konsumsi. Tapi kalau dagingnya sendiri, aman asal dimasak sampai matang. Hindari sate setengah matang. Masak/godok sampai maksimal biar aman," terangnya.

Sukirman menegaskan, hewan kurban yang dipotong di Kodim 0605/Subang, sejauh ini aman, lolos uji, dan layak konsumsi. Sampai saat ini belum ditemukan penyakit berbahaya di semua titik yang berhasil di cek Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang.

"Organ diperiksa*: jeroan, hati, paru-paru, limpa, ginjal, dan yang lainnya. Hasilnya Tidak ditemukan kelainan, semua hewan yang dipotong sehat dan aman dikonsumsi, tandas Sukirman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....