DSDABM Tangani sementara Jalan Amblas di Kiaracondong Bandung

  • 26 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung melakukan penanganan sementara terhadap jalan amblas di Jalan Hantap Raya, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Selasa 26 Mei 2026. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas dan membahayakan warga sekitar.

Kepala Bidang Pengendali Daya Rusak Air (PDRA) DSDABM Kota Bandung, Raden Deni Saputra, mengatakan kerusakan jalan dipicu ambruknya kirmir Sungai Cidurian yang berada di sisi jalan tersebut.

Menurut dia, Sungai Cidurian merupakan sungai ordo dua yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung tetap mengambil langkah penanganan awal demi keselamatan masyarakat.

“Kalau Kota Bandung tidak mengambil langkah preventif, ini akan membahayakan,” ujar Deni, Selasa 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan sebenarnya sudah mulai terjadi sekitar tiga pekan lalu dalam skala kecil. Namun kondisi memburuk setelah hujan deras disertai luapan Sungai Cidurian pada Sabtu 23 Mei 2026.

“Awalnya amblas kecil, kemudian setelah hujan deras dan ada luapan sungai, kerusakan jadi semakin besar,” katanya.

Deni menyebut panjang jalan yang terdampak amblas mencapai sekitar 40 hingga 50 meter. Saat ini petugas melakukan pembongkaran kirmir lama untuk dirapikan dan diperkuat menggunakan material sementara.

Menurutnya, perbaikan permanen ditargetkan mulai dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan ke depan dengan pemasangan batu dan penguatan struktur jalan.

“Insyaallah seminggu ke depan dilakukan penanganan permanen,” ucapnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, DSDABM juga menyiapkan rekayasa lalu lintas agar aktivitas warga tetap berjalan. Akses kendaraan sementara akan dialihkan ke jalur alternatif di kawasan utara lokasi amblas.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak kewilayahan dan kelurahan terkait pengalihan arus sementara,” ujarnya.

Deni menambahkan, potensi kerusakan serupa masih dapat terjadi di sejumlah titik lain di Kota Bandung, khususnya pada kirmir sungai yang kondisinya sudah tua dan rawan tergerus arus air saat hujan deras.

“Kalau sungai sifatnya tentatif, apalagi saat curah hujan tinggi. Masih ada beberapa kirmir tua yang perlu diwaspadai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....