Walikota Bandung Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kepemimpinan dan Integritas

  • 25 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta para camat dan lurah di Kota Bandung terus meningkatkan kualitas kepemimpinan serta pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, aparatur kewilayahan memiliki peran penting sebagai pemimpin wilayah yang harus mampu menjawab berbagai persoalan secara terintegrasi dan adaptif.

‎“Setiap permasalahan harus kita jawab secara terintegrasi. Sama seperti wali kota, para camat dan lurah juga adalah penguasa wilayah,” ujar Farhan saat membuka Pelatihan Bagi Camat dan Lurah bertema “Akselerasi Pelayanan Prima dan Penguatan Budaya Kerja Berintegritas dalam Mewujudkan Bandung Utama”, Senin 25 Mei 2026.

‎Ia menegaskan, tantangan pelayanan publik saat ini menuntut aparatur kewilayahan bekerja lebih cepat, responsif, dan mampu berkolaborasi lintas sektor demi memberikan solusi yang efektif bagi masyarakat.

‎Selain itu, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan pelayanan publik. Menurutnya, integritas menjadi cerminan wajah pemerintah di mata masyarakat.

‎“Integritas adalah wajah kita di mata publik. Kalau integritas baik maka wajah kita baik, kalau integritas buruk maka wajah kita juga buruk,” katanya.


‎Farhan meminta seluruh aparatur kewilayahan tetap berpedoman pada visi Kota Bandung, yakni unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis yang telah diadopsi dalam RPJMD Kota Bandung hingga tahun 2029.

‎Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur kewilayahan agar mampu menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

‎Menurutnya, pelatihan dirancang dengan menggabungkan tiga pilar utama, yakni managerial leadership, integrity and governance, serta spiritual leadership.

‎“Ketiga pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling menopang untuk membentuk pemimpin pelayanan publik yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga memiliki karakter kuat dan komitmen terhadap integritas,” ucapnya.

‎Evi menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan membangun kepemimpinan yang adaptif dan responsif, memperkuat budaya kerja kolaboratif lintas wilayah, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

‎"Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Mei 2026 itu diikuti 181 peserta yang terdiri dari camat dan lurah se-Kota Bandung," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....