Parkir Liar saat Konvoi Juara Persib Picu Kemacetan Parah di Kota Bandung
- 24 Mei 2026 20:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Euforia perayaan juara Persib Bandung yang dipadati ratusan ribu bobotoh menimbulkan dampak besar terhadap arus lalu lintas di sejumlah titik Kota Bandung. Salah satu persoalan yang paling menonjol adalah maraknya parkir liar di badan jalan yang memicu kemacetan panjang dan sulit dihindari.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati sisi jalan hingga mengambil sebagian badan jalan utama. Salah satu titik yang mengalami kepadatan cukup parah berada di kawasan Pendopo Kota Bandung. Di lokasi tersebut, banyak sepeda motor diparkir hingga ke tengah ruas jalan sehingga mempersempit akses kendaraan dan pergerakan massa.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui kondisi tersebut sulit dikendalikan sepenuhnya mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam perayaan juara Persib tahun ini.
“ Kita memang tidak bisa sepenuhnya mencegah. Saya hanya bisa membuka beberapa titik untuk menampung parkir,” ujar Farhan, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut Farhan, kepadatan lalu lintas semakin kompleks ketika sejumlah kendaraan pribadi nekat memotong jalur pawai konvoi Persib. Situasi itu membuat aparat kepolisian harus turun langsung melakukan pengaturan di lapangan.
Ia menyebut, Kapolda Jawa Barat bahkan ikut membantu mengurai kepadatan kendaraan yang masuk ke jalur konvoi secara tiba-tiba. Kendaraan-kendaraan tersebut kemudian diarahkan menuju area parkir resmi yang telah disiapkan, termasuk sejumlah kantong parkir hotel di sekitar pusat kota.
“Pak Kapolda pun turun tangan langsung untuk menyalurkan mobil-mobil pribadi yang tiba-tiba memotong jalur pawai. Akhirnya semuanya diusir dan diarahkan ke parkiran hotel,” katanya.
Farhan menilai kondisi kepadatan pada perayaan kali ini berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan lonjakan massa dan kendaraan jauh lebih besar dibanding tahun lalu.
Ia menjelaskan, rute pawai juara Persib tahun ini mencapai sekitar 5 kilometer, lebih panjang dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2 kilometer. Selain itu, titik kumpul massa juga dipusatkan di kawasan Alun-alun Kota Bandung yang kapasitasnya lebih kecil dibanding kawasan Gasibu.
“Tidak ada yang salah sebenarnya. Tahun lalu tidak terjadi karena pertama, jarak pawainya hanya 2 kilometer, sedangkan sekarang 5 kilometer,” ujarnya.
“ Kedua, tahun lalu titik kumpulnya di Gasibu yang daya tampungnya tiga kali lipat dibanding Alun-alun Kota Bandung. Jadi kepadatan seperti ini wajar terjadi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....