Obor Perjuangan Pemuda, Rumah Saraswati Suarakan Jawa Barat tanpa Anarkisme

  • 21 Mei 2026 18:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Anarkisme dikalangan pemuda, menjadi persoalan pelik yang harus di atasi bersama, mengingat generasi muda menjadi tulang punggung terpenting dalam meneruskan estafet Pembangunan bangsa, untuk Indonesia hari ini dan yang akan datang. Oleh sebab itu, sebagai bentuk kepedulian nyata sekaligus dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional Rumah Saraswati menginisiasi sebuah seminar bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” yang menghadirkan Founder Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang , Dani Hadianto Kesbangpol Jabar, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Jabar, Anjar Yusdinar serta Aktivis Yoga Zara, di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis 21 Mei 2026.

Founder Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati menuturkan, kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas berbagai kasus kerusuhan yang melibatkan anak muda, baik di Bandung maupun wilayah Jawa Barat. “Kami ingin mencari tahu akar persoalan yang membuat generasi muda terjebak dalam tindakan anarkis. Melalui forum edukatif seperti ini, kami berharap anak-anak muda mendapat informasi positif sebagai pembanding dari apa yang mereka temui di luar,” ujarnya.

Menurut Diah, fenomena anarkisme di kalangan pelajar dan remaja menjadi sorotan serius. Rumah Saraswati berupaya menghadirkan ruang dialog agar anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor perubahan. “Generasi muda adalah estafet kepemimpinan. Mereka harus diarahkan agar kelak menjadi pemimpin yang mumpuni,” tambahnya.

Rumah Saraswati sendiri merupakan komunitas yang fokus pada isu perempuan dan anak. Dengan tagline “Bermain dan Belajar, Sekolah Tanpa Kelas”, komunitas ini berupaya menghadirkan model pendidikan alternatif yang menyasar anak-anak usia sekolah. “Kami percaya ibu dan anak adalah satu paket yang bisa menjadi efek domino bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” jelas Diah.

Sementara itu, Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang menekankan pentingnya melihat generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa. “Kalau anak-anak mudanya kuat, cemerlang, dan mau berjuang, Republik ini akan semakin maju,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perjuangan memang selalu memiliki risiko, sebagaimana yang dialami para pendiri bangsa. “Sukarno dulu dianggap pemberontak oleh Belanda, tapi bagi rakyat ia adalah pahlawan. Sama halnya dengan anak muda sekarang, perjuangan mereka bisa dipandang berbeda, namun esensinya tetap untuk kemajuan bangsa tanpa mengedepankan perilaku anarkis,”ungkapnya.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam tindakan destruktif. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menyalakan obor perjuangan dengan semangat kebangkitan nasional.

Diskusi interaktif yang melibatkan anak-anak muda diharapkan menjadi titik balik untuk membangun kesadaran kolektif. Dengan semangat kebangkitan, Rumah Saraswati bersama DPRD Jawa Barat, Kesbangpol, DP3AKB menegaskan bahwa generasi muda bukanlah api kerusuhan, melainkan obor perjuangan yang akan menerangi jalan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....