DLH Kota Bandung Waspadai Sampah Botol Kaca saat Konvoi Persib

  • 21 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mewaspadai potensi meningkatnya sampah botol kaca saat konvoi perayaan Persib Bandung apabila berhasil meraih kemenangan melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026 mendatang.

‎Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, kewaspadaan tersebut muncul setelah pihaknya melakukan evaluasi penanganan sampah pada laga Persib melawan PSM beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan cukup banyak sampah botol kaca yang dinilai berbahaya dan sulit ditangani.

‎“Kalau sampah plastik, sisa makanan, atau botol minuman plastik itu normal penanganannya. Yang menjadi perhatian khusus adalah botol kaca, apalagi kalau sampai dipecahkan,” ujar Darto, Kamis 21 Mei 2026.

‎Menurutnya, pada momen konvoi sebelumnya, petugas bahkan mengumpulkan hingga dua karung sampah botol kaca. Kondisi tersebut membuat proses pembersihan menjadi lebih lama karena serpihan kaca harus dipungut satu per satu secara manual.

‎DLH Kota Bandung pun telah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama konvoi berlangsung. Sebanyak tiga unit kendaraan pickup disiapkan untuk bergerak mengikuti arus pawai, sementara truk besar akan disiagakan di sejumlah titik tertentu.

‎“Pickup itu lebih fleksibel untuk mengikuti pergerakan konvoi. Kalau sudah penuh, sampah dipindahkan ke truk yang standby di titik tertentu, lalu pickup bergerak lagi. Tidak mungkin truk besar mengikuti langsung rombongan konvoi,” jelasnya.

‎Selain kendaraan operasional, DLH juga tetap menurunkan personel reguler untuk menjaga kebersihan di wilayah lain Kota Bandung. Namun, pada momentum konvoi Persib, sejumlah personel tambahan disiapkan untuk penanganan khusus di jalur pawai.

‎Darto menegaskan, yang paling mengkhawatirkan bukan jumlah sampahnya, melainkan jenis sampah yang ditinggalkan masyarakat, khususnya botol kaca yang sengaja dipecahkan di jalan.

‎“Kalau botol kaca dipecahkan itu sangat berbahaya. Mesin penyedot tidak bisa menangani serpihan kaca, jadi harus dipungut satu-satu dan dimasukkan ke karung. Itu menyulitkan sekaligus membahayakan petugas maupun masyarakat,” katanya.

‎Ia menambahkan, serpihan kaca yang tercecer di jalan dapat melukai warga maupun petugas kebersihan apabila terinjak atau terkena tangan saat proses pembersihan berlangsung.

‎“Bikin lama dan bikin bahaya. Kalau terinjak atau kena tangan bisa melukai. Karena itu kami berharap masyarakat tidak membawa botol kaca saat konvoi. Kalau bisa jangan ada botol sama sekali,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....