Mengenal Motah, Mesin Buatan Lokal yang Bisa Mereduksi Jumlah dan Ukuran Sampah

  • 21 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Motah (Mesin Olah Runtah) yang merupakan sebuah teknologi dalam pengolahan sampah merupakan mesin yang beroperasi di 15 titik di Kota Bandung. Mesin tersebut bergerak setiap harinya untuk mengolah dan mengurangi sampah residu.

Salah satu mesin tersebut beroperasi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Patrakomala, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Patrakomala yang mengelola TPS Patrakomala, Ahmad Suhendra mengatakan mesin ini memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah karena mampu mereduksi ukuran dan berat sampah, sehingga yang dibuang dari TPS menuju TPA jumlahnya mengalami penyusutan.

“Tentunya jumlah sampah yang diangkut ke TPA jadi lebih sedikit, sampah residu seperti plastik dan lainnya ini bisa direduksi jadi menjadi sekitar tiga persen dari jumlah awal karena jadi abu,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.

Motah bekerja dengan sistem pembakaran menggunakan pengaturan suhu tertentu. Pada tahap awal, sampah dimasukkan terlebih dahulu ke ruang pembakaran utama hingga suhu mencapai 800 derajat Celsius.

“Ketika suhu sudah mencapai 800 derajat, maka risiko adanya asap sudah kecil. Baru dimasukkan sampah sebanyak-banyaknya. Jadi kita bermain di suhu,” katanya.

Menurutnya, suhu pembakaran kemudian ditingkatkan hingga mencapai 1.200 derajat Celsius. Setelah itu, operator akan menambahkan sampah basah untuk menurunkan suhu agar tetap stabil dan tidak turun di bawah 800 derajat Celsius.

Proses pembakaran menghasilkan dua jenis abu, yakni bottom ash dan fly ash. Bottom ash merupakan abu yang turun ke bagian bawah mesin, sedangkan fly ash adalah abu yang naik ke bagian atas.

“Di atas itu ada perangkap abu fly ash, sehingga abu fly ash-nya tidak keluar,” katanya.

Ahmad menyebutkan, mesin Motah merupakan karya anak bangsa yang awalnya diinisiasi oleh Kodam III/Siliwangi saat dipimpin Pangdam, Letjen Kunto Arief Wibowo, bekerja sama dengan PT. Hierrotama Indojaya, yang kemudian digunakan di BBWS Citarum pada awalnya.

“Awalnya dipergunakan di BBWS, sekarang sudah menyebar ke berbagai tempat di Indonesia,” ujarnya.

Kendati bisa mengelola berbagai macam sampah, beberapa jenis seperti gas tak mampu dikelola oleh Motah karena benda tersebut bisa meledak di dalam mesin sehingga berbahaya. Khusus di TPS Patrakomala, mesin Motah beroperasi dalam dua sif setiap hari, mulai pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....