Dinkes Kota Bandung Siagakan 12 Ambulans dan 50 Petugas saat Konvoi Persib
- 21 Mei 2026 12:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyiapkan sedikitnya 12 unit ambulans dan sekitar 50 petugas kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan medis saat konvoi perayaan Persib Bandung, apabila Maung Bandung berhasil meraih kemenangan atas Persijap Jepara pada pertandingan yang akan digelar 23 Mei 2026 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, seluruh ambulans yang diterjunkan telah dilengkapi berbagai perlengkapan pertolongan pertama dan kebutuhan medis darurat untuk menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Setiap ambulans sudah disiapkan kelengkapan pertolongan pertamanya, mulai dari oksigen, tensi meter, stetoskop hingga obat-obatan darurat,” ujar Sony Adam, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penempatan ambulans telah dipetakan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi pusat keramaian masyarakat saat konvoi berlangsung. Selain ambulans, fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas juga disiagakan untuk menangani kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Beberapa ambulans sudah diplot di titik-titik tertentu. Kemudian puskesmas juga disiagakan. Kalau ada kondisi yang lebih berat bisa langsung ditangani di puskesmas, namun penanganan awal tetap dilakukan di lokasi,” katanya.
Tidak hanya mengandalkan kendaraan ambulans, Dinkes Kota Bandung juga menerjunkan petugas kesehatan mobile yang bergerak langsung di tengah kerumunan massa. Langkah tersebut dilakukan mengingat akses ambulans kerap terhambat saat konvoi berlangsung padat.
“Tidak hanya mobil ambulans, kami juga menyiapkan petugas mobile. Karena kalau hanya ambulans, kadang tidak bisa masuk ke tengah kerumunan,” ucapnya.
Sony mengungkapkan, potensi insiden kesehatan saat konvoi umumnya disebabkan oleh faktor kelelahan peserta maupun kurangnya kehati-hatian selama perjalanan. Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap menjaga keselamatan dan tidak melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kendala utamanya biasanya karena peserta kurang hati-hati. Kecelakaan pasti ada saja, tetapi selama mobilitas dan aktivitasnya tidak terlalu berlebihan, insyaallah aman. Rata-rata yang terjadi biasanya kelelahan karena kurang istirahat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....