Pemkot Bandung Matangkan Ekosistem Karasa Sirkular

  • 21 Mei 2026 12:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui program Karasa Sirkular. Program ini menjadi upaya membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan pengolahan sampah, urban farming, hingga pemenuhan kebutuhan pangan sehat masyarakat.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Karasa Sirkular merupakan bentuk pematangan ekosistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat wilayah. Melalui program tersebut, sampah organik yang diolah masyarakat menghasilkan kompos dan berbagai media tanam yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung program urban farming Buruan SAE.

‎Hasil panen dari Buruan SAE selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung program dapur sehat atasi stunting atau Dapur Dahsyat yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

‎“Karasa Sirkular ini merupakan bentuk pematangan ekosistem. Program pengolahan sampah di wilayah menghasilkan kompos dan media tanam yang dimanfaatkan oleh urban farming Buruan SAE. Hasil panennya kemudian dimanfaatkan oleh dapur sehat atasi stunting. Jadi ini menjadi satu siklus dalam satu wilayah,” ujar Farhan, kamis 21 Mei 2026.

‎Menurut Farhan, konsep sirkular tersebut harus terus berjalan secara konsisten agar tercipta sistem yang kuat dan berkelanjutan. Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini bukan mengejar keuntungan ekonomi semata, melainkan memastikan seluruh rantai ekosistem dapat berjalan dengan baik terlebih dahulu.

‎“Nah sirkular ini harus berjalan terus sedemikian rupa dalam rangka menciptakan ekosistem yang baik. Tujuan utamanya bukan langsung memberikan nilai tambah ekonomi, tapi sistemnya jalan dulu. Ketika sistemnya sudah jalan, baru kita akan bisa menghitung skala ekonominya,” katanya.

‎Farhan menjelaskan, ke depan Pemkot Bandung akan mulai menghitung potensi ekonomi dari ekosistem tersebut. Misalnya, hasil pengolahan sampah dari program Kang Pisman yang dimanfaatkan oleh Buruan SAE nantinya dapat memiliki nilai transaksi tertentu. Begitu pula hasil panen urban farming yang disalurkan ke Dapur Dahsyat juga akan didukung melalui skema anggaran yang lebih terukur.

‎“Baru nanti kita hitung. Misalnya apabila Buruan SAE mengambil hasil dari Kang Pisman, minimal ada harga tertentu. Demikian juga hasil panen dari Buruan SAE yang diambil oleh Dapur Dahsyat, nantinya ada anggaran tertentu,” ucapnya.

‎Meski demikian, ia menegaskan skema ekonomi tersebut belum diterapkan dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah lebih memprioritaskan penguatan pola kerja sama dan kesinambungan antarprogram di masyarakat.

‎“Tapi kalau sekarang itu belum diterapkan, yang penting jalan dulu sirkulasinya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....