Sekda Kota Bandung Ajak Pelajar Lawan Nikotin di Hari tanpa Tembakau Sedunia
- 21 Mei 2026 10:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari bahaya rokok dan nikotin melalui peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia bertema “Fight Nicotine, No Nicotine No Ribet” yang digelar di SMAN 20 Bandung, Jalan Citarum No. 23, Kota Bandung.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan kegiatan tersebut sangat penting terutama bagi kalangan pelajar SMA hingga SMP yang dinilai rentan terpapar kebiasaan merokok maupun penggunaan vape.
Menurutnya, semua pihak mulai dari orang tua, sekolah hingga pemerintah harus bersinergi mendukung gerakan antirokok dan antinikotin demi menyelamatkan masa depan generasi muda.
“Anak-anak sekarang semakin mudah mendapatkan rokok maupun vape. Karena itu, lingkungan sekitar harus memberikan contoh yang baik agar mereka tidak terpengaruh,” ujar Iskandar usai memberikan sambutan pada kegiatan tersebut yang digelar di SMAN 20 Bandung, Jalan Citarum No. 23, Kota Bandung, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menegaskan, edukasi mengenai bahaya nikotin harus ditanamkan sejak dini karena dampaknya tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental serta produktivitas anak muda.
Menurut Iskandar, remaja menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh gaya hidup merokok akibat faktor lingkungan pertemanan dan tren media sosial yang kerap menormalisasi penggunaan rokok maupun rokok elektronik.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat edukasi kesehatan melalui kolaborasi bersama sekolah, tenaga kesehatan dan komunitas anak muda agar tercipta lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas asap rokok.
“Generasi muda harus menjadi pelopor hidup sehat. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena kecanduan nikotin. Anak-anak muda harus berani mengatakan tidak pada rokok,” katanya.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tersebut juga diisi berbagai kegiatan edukatif seperti kampanye antirokok, diskusi kesehatan, hingga ajakan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tanpa paparan asap rokok.
Tema “Fight Nicotine, No Nicotine No Ribet” dipilih untuk menggambarkan bahwa hidup tanpa nikotin merupakan pilihan yang lebih sehat, sederhana dan produktif bagi generasi muda. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum meningkatkan kesadaran pelajar terhadap dampak buruk rokok konvensional maupun rokok elektronik.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda. Edukasi seperti ini diharapkan dapat menekan angka perokok pemula di Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan tantangan paparan rokok dan nikotin terhadap anak muda saat ini semakin tinggi.
Ia menyebutkan, berdasarkan data nasional, sekitar 7,4 persen anak usia 10–18 tahun di Indonesia merupakan perokok aktif dan sebagian besar mulai merokok sebelum usia 18 tahun.
“Kondisi ini perlu kita tanggulangi bersama. Dampak yang paling dekat terlihat adalah uang anak-anak lebih banyak digunakan untuk membeli rokok dibanding kegiatan produktif seperti olahraga, membeli makanan bergizi atau buku,” ujarnya.
Menurut Sony, kandungan zat adiktif nikotin membuat seseorang sulit berhenti setelah mulai mencoba merokok.
“Jangan coba-coba merokok karena zat nikotin akan membuat ketergantungan dan terus berlanjut,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah dan guru memiliki peran penting dalam memberikan teladan kepada siswa agar tidak memulai kebiasaan merokok. Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan terapi berhenti merokok melalui fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bandung.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ahyani Raksanagara, mengatakan kampanye tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga serentak di tiga negara lain yakni Meksiko, Filipina dan Brasil.
“Melalui kampanye ini, anak muda diajak lebih berani mengatakan tidak pada rokok dan nikotin sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan pertemanan mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pelajar SMAN 20 Bandung juga terlibat dalam aksi human puzzle yang menggambarkan pentingnya sinergi antara individu, sekolah, pemerintah dan lingkungan dalam membangun gaya hidup sehat tanpa rokok dan nikotin.
Ketua OSIS SMAN 20 Bandung, Btari Nyala, mengatakan para siswa bangga dapat menjadi bagian dari kampanye tersebut.
“Kami ingin mengajak generasi muda khususnya di Kota Bandung untuk jangan mau dan jangan malu tidak merokok, ngevape atau menggunakan produk sejenisnya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....