SPMB Transparan dan Bebas Nepotisme Jadi Komitmen Disdik Bandung Barat
- 20 Mei 2026 18:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen membangun kualitas pendidikan yang lebih maju dan berintegritas. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, usai pelaksanaan upacara yang digelar Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Edy, tahun 2026 menjadi titik awal kebangkitan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat agar mampu melampaui capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini menjadi semangat kebangkitan dunia pendidikan. Kami ingin pendidikan di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2026 lebih maju dan lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan pakta integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) oleh sejumlah unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati Bandung Barat, Forkopimda, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri hingga Kepala Dinas Pendidikan.
Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan transparan, akuntabel serta bebas dari praktik kolusi dan nepotisme.
Edy menegaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada aturan yang berlaku dengan membuka empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi serta perpindahan tugas orang tua atau wali. Selain fokus pada tata kelola penerimaan siswa baru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat juga menargetkan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Menurutnya, peningkatan tersebut mencakup kompetensi tenaga pendidik, kualitas proses belajar mengajar hingga pembenahan sarana dan prasarana sekolah. “Harapannya semua aspek pendidikan bisa lebih baik. Guru semakin kompeten, fasilitas pendidikan meningkat, dan siswa merasa nyaman dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Terkait kekosongan jabatan kepala sekolah, Edy mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 315 posisi kepala sekolah yang masih kosong di tingkat SD maupun SMP.
Meski demikian, pihaknya memastikan proses pengisian jabatan tengah dipersiapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami sedang memetakan data dan menyiapkan langkah strategis untuk percepatan pengangkatan kepala sekolah. Mohon masyarakat bersabar karena ada tahapan prosedural yang harus ditempuh,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....