Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Bersama World Bank dan Pemerintah Pusat
- 19 Mei 2026 21:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi menerima kunjungan kerja Central Project Implementation Unit (CPIU), Central Project Management Unit (CPMU), serta tim World Bank dalam kegiatan Implementation Support Mission (ISM) Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Kegiatan diawali dengan audiensi dan diskusi di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi sebelum dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan implementasi program pengelolaan sampah perkotaan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Cimahi bersama pemerintah pusat dan World Bank. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, tim pendamping ISWMP, serta jajaran Pemerintah Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di Kota Cimahi, persoalan sampah di daerah perkotaan kini menjadi tantangan serius seiring meningkatnya volume sampah dan kondisi TPA Sarimukti yang telah mengalami kelebihan kapasitas.
“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan World Bank atas dukungan melalui Program ISWMP,” ujar Ngatiyana di Mall Pelayanan Publik Cimahi, Senin 18 Mei 2026.
Ia menilai dukungan tersebut sangat membantu Kota Cimahi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Cimahi juga terus mendorong kebijakan Zero to TPA melalui pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.
Upaya pengelolaan sampah itu dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah. Pemerintah Kota Cimahi juga mengembangkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga melalui program Hari Organik dan Hari Anorganik.
Selain itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dilibatkan dalam pembinaan pengelolaan sampah di tingkat RT guna memperkuat edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar kesadaran pemilahan sampah dapat tumbuh dari lingkungan terkecil.
Ngatiyana menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah agar proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif.
“Target kami jelas, yaitu mengurangi sampah semaksimal mungkin sebelum dibuang ke TPA,” kata Ngatiyana.
Pemerintah Kota Cimahi juga menegaskan komitmennya memperkuat kelembagaan pengelolaan sampah melalui penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada UPTD Pelayanan Persampahan. Selain itu, penguatan regulasi terkait pengelolaan sampah dan retribusi daerah terus dilakukan untuk mendukung sistem yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan Implementation Support Mission diharapkan menjadi ruang evaluasi dan dialog antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta mitra pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi optimistis target pengurangan sampah dan kebijakan Zero to TPA dapat diwujudkan secara bertahap demi menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....