Disnaker Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas lewat Pelatihan Produktivitas
- 19 Mei 2026 17:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan naik kelas melalui Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3). Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Bandung ini diikuti puluhan pelaku usaha dan calon wirausaha baru.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Disnaker Kota Bandung dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menegaskan, UMKM memiliki peran penting sebagai tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat dan didukung.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Ketika UMKM kuat, maka ekonomi Bandung akan melesat,” ujar Yayan, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini tidak lagi sebatas persaingan lokal, melainkan sudah masuk ke persaingan global. Perkembangan teknologi digital membuat produk dari berbagai negara dapat dengan mudah masuk ke pasar domestik melalui platform daring.
“Kita tidak lagi hanya bersaing dengan tetangga sebelah, tapi bersaing dengan produk dari seluruh dunia yang masuk lewat genggaman ponsel,” katanya.
Yayan menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang guna membentuk UMKM yang lebih produktif, efisien, dan memiliki daya saing tinggi. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mendorong perubahan pola pikir para pelaku usaha agar lebih visioner dalam mengembangkan bisnis.
“Pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang dari sekadar berjualan untuk hari ini menjadi membangun bisnis yang berkelanjutan. Kita ingin UMKM Bandung naik kelas, bukan hanya jago kandang, tapi siap ekspor,” ungkapnya.
Selain penguatan mindset kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai efisiensi operasional, pengendalian kualitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan usaha.
Dalam kesempatan itu, Yayan juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai ajang membangun jejaring dan kemitraan usaha.
“Jangan anggap peserta lain sebagai kompetitor, tapi sebagai calon mitra kolaborasi. Ekonomi Bandung akan kuat jika kita saling sauyunan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Disnaker Kota Bandung, Rina Indrisari Nugraha mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program prioritas tahun 2026 untuk menciptakan pelaku usaha yang adaptif dan kompetitif.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berdaya saing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....