Disdagin Kota Bandung Gelar Bazar Murah di 15 Kecamatan jelang Iduladha

  • 18 Mei 2026 18:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) kembali menggelar Bazar Murah Utama menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

‎Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, bazar murah tahap kedua mulai dilaksanakan pada Senin 18 Mei 2026 dan digelar di 15 kecamatan di Kota Bandung.

‎“Dalam rangka pengendalian inflasi, kemudian juga karena biasanya kebutuhan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan. Memang Iduladha tidak sebesar Idulfitri, tetapi tetap ada peningkatan kebutuhan. Hari ini mulai lagi sesi kedua di tingkat 15 kecamatan untuk tahap dua menjelang Iduladha,” ujar Ronny, Senin 18 Mei 2026.

‎Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar murah dilakukan secara bertahap dengan pola tiga kecamatan setiap harinya. Program tersebut berlangsung mulai 18 Mei hingga akhir pekan ini.

‎“Pelaksanaannya setiap hari di tiga kecamatan. Jadi dari tanggal 18 sampai Jumat minggu ini tersebar di 15 kecamatan. Satu hari ada tiga lokasi bazar murah utama,” katanya.

‎Ronny menuturkan, Disdagin menyiapkan sedikitnya 10 tenant di setiap lokasi bazar. Tenant tersebut diisi oleh distributor bahan pokok, Bulog, hingga pelaku UMKM dan produk unggulan dari masing-masing kecamatan.

‎Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan bazar juga melibatkan sejumlah instansi untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

‎“Ada 10 tenant yang kita siapkan, diisi oleh para distributor termasuk Bulog, kemudian juga produk unggulan dari kecamatan. Kita juga bekerja sama dengan KKMP dan DPMPTSP terkait layanan konsultasi bagi masyarakat,” ucapnya.

‎Pada hari pertama pelaksanaan, bazar murah digelar di Kecamatan Cibeunying Kidul dan dua kecamatan lainnya secara bersamaan.

‎Menurut Ronny, program bazar murah kini semakin diperluas karena tingginya antusiasme masyarakat. Jika sebelumnya hanya digelar dua kali dalam setahun, kini kegiatan tersebut rutin dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun.

‎“Ini bagian dari upaya kita. Tahun kemarin mulai ditingkatkan jadi empat kali dalam setahun. Sebelumnya hanya dua kali. Ternyata animo masyarakat luar biasa,” ucapnya.

‎Ia menambahkan, dukungan terhadap program bazar murah juga datang dari DPRD Kota Bandung. Bahkan sejumlah anggota dewan kerap turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan kegiatan.

‎“Dari Komisi II juga sering hadir memonitoring ke lapangan, termasuk pimpinan kita Pak Wali Kota dan Ketua Dewan. Memang masyarakat membutuhkan kegiatan seperti ini,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....