Harga Cabai di Kota Bandung Tembus 90 Ribu, Dipicu Faktor Cuaca dan Pasokan
- 18 Mei 2026 18:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut dipicu oleh faktor cuaca serta pasokan dari petani yang belum stabil, sehingga harga cabai, khususnya cabai domba, menembus hingga Rp90 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sementara di sejumlah pasar tradisional, rata-rata kenaikan harga cabai mencapai sekitar Rp10 ribu per kilogram.
“Kalau cabai memang sangat fluktuatif. Bisa cepat turun, bisa cepat naik. Kemungkinan karena faktor cuaca atau suplai dari petani,” ujar Ronny, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, kenaikan harga paling terasa terjadi pada cabai domba dan bawang merah. Dari hasil monitoring sementara, harga cabai domba di beberapa pasar bahkan menyentuh angka Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.
Ronny menjelaskan, perbedaan harga di tiap pasar masih cukup bervariasi karena bergantung pada distribusi dan stok dari masing-masing pedagang. Meski demikian, secara umum kenaikan harga berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram.
“Beda-beda tiap pedagang juga. Tapi rata-rata kenaikannya sekitar Rp10 ribu. Untuk cabai domba, yang tertinggi kemarin ada yang sampai Rp90 ribu per kilogram,” katanya.
Ia menambahkan, data tersebut masih bersifat sementara karena monitoring baru dilakukan di satu pasar. Disdagin Kota Bandung sendiri melakukan pemantauan rutin di delapan pasar tradisional untuk memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok.
“Data ini masih mentah karena baru dari satu pasar. Kita monitor di delapan pasar di Kota Bandung,” ucapnya.
Meski harga mengalami kenaikan, Ronny memastikan pasokan cabai ke Kota Bandung masih tersedia. Distribusi cabai berasal dari sejumlah daerah sentra pertanian seperti Lembang, Pangalengan, hingga wilayah lain di Pulau Jawa.
“Suplai masih ada. Dari Lembang ada, dari Pangalengan juga ada, termasuk dari daerah Jawa lainnya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....