Pemerintah Kota Bandung Antisipasi Potensi Kenaikan Harga Bahan Pangan
- 18 Mei 2026 12:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan, khususnya komoditas tahu dan tempe, seiring meningkatnya tekanan inflasi terhadap sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, tahu dan tempe merupakan makanan yang sudah menjadi konsumsi harian masyarakat. Karena itu, upaya pengendalian harga perlu dilakukan agar daya beli warga tetap terjaga.
Menurut Farhan, salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah meningkatkan efisiensi produksi di kalangan pengrajin tahu dan tempe. Namun demikian, efisiensi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas maupun ukuran produk yang dijual kepada masyarakat.
“Berhubungan dengan inflasi untuk yang naik, seperti tahu dan tempe, itu kan sudah jadi makanan kebiasaan masyarakat. Yang pasti saya akan meminta para pengrajin tahu tempe agar lebih efisien. Tapi bukan berarti tahunya dikecilkan atau tempenya ditipiskan. Efisien itu efisien dalam proses produksinya,” ujar Farhan, Senin 18 Mei 2026.
Farhan menuturkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga telah memberikan jaminan terkait ketersediaan pasokan bahan baku impor, seperti kedelai dan gandum. Menurutnya, kepastian pasokan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.
Ia menambahkan, pola distribusi impor bahan baku pangan diharapkan berjalan sebagaimana distribusi impor pupuk maupun bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini tetap terjaga.
“Nah, untuk warga, saya yakin ada jaminan juga dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan bahwa impor kedelai dan impor gandum itu akan terjamin, sama seperti impor pupuk dan BBM. Insya Allah akan tetap berjalan,” katanya.
Meski demikian, Farhan mengakui potensi kenaikan harga sejumlah bahan pokok masih mungkin terjadi. Namun ia optimistis kondisi tersebut tidak akan memicu lonjakan harga yang terlalu tinggi, terutama jika harga BBM dapat dipertahankan stabil.
Menurutnya, stabilitas harga BBM memiliki pengaruh psikologis terhadap pelaku pasar dan distribusi barang sehingga dapat menekan kecenderungan kenaikan harga secara berlebihan.
“Pasti akan ada kenaikan, tetapi dengan adanya jaminan dari pemerintah bahwa BBM berusaha tidak naik, itu secara psikologis orang juga jadi tidak punya alasan untuk menaikkan harga secara berlebihan,” ucapnya.
Untuk memastikan kondisi harga tetap terkendali, Pemerintah Kota Bandung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional selama beberapa hari ke depan.
Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar lonjakan inflasi pangan tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi warga.
“Kami bersama BPS akan betul-betul mengawasi bagaimana perkembangan harga bahan pokok di pasar selama seminggu ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan baik,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....