Walikota Bandung, Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Perkuat Produk Lokal Bandung
- 17 Mei 2026 13:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat menjadi momentum untuk memperkuat produk-produk lokal, khususnya sektor konsumsi dan usaha kreatif di Kota Bandung.
Menurut Farhan, kondisi nilai tukar saat ini seharusnya dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas promosi produk dalam negeri agar masyarakat semakin tertarik menggunakan produk lokal dibandingkan barang impor.
“Rupiah melemah, itu harus menjadi momentum untuk benar-benar meningkatkan jumlah produksi dan promosi produk lokal. Sehingga warga punya lebih banyak pilihan membeli barang-barang lokal karena jauh lebih murah dibandingkan membeli produk impor,” ujar Farhan, Minggu 17 Mei 2026.
Farhan mengatakan, pemerintah pusat saat ini tengah mencari berbagai alternatif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memperluas sumber devisa negara yang tidak hanya bergantung pada dolar Amerika Serikat, tetapi juga mata uang lain seperti yuan.
“Hal itu sedang dilakukan pemerintah pusat dan tentu kita akan memperhatikan perkembangan ini dengan sangat baik,” katanya.
Meski demikian, Farhan menegaskan persoalan moneter bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, Pemkot Bandung memilih fokus pada langkah efisiensi anggaran dan pengendalian belanja daerah agar tetap stabil menghadapi kondisi ekonomi saat ini.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah daerah saat ini adalah meningkatnya biaya operasional pengangkutan sampah akibat aturan penggunaan bahan bakar kendaraan.
“Sekarang untuk pengangkutan sampah kita hanya boleh menggunakan Pertamina Dexlite yang harganya cukup tinggi. Itu tentu mempengaruhi biaya operasional pengangkutan sampah karena tidak boleh lagi memakai biosolar,” jelasnya.
Selain sektor persampahan, Farhan menyebut Pemerintah Kota Bandung juga telah melakukan berbagai penghematan dalam operasional kendaraan dinas sehari-hari. Salah satunya melalui pengurangan mobilitas pegawai dan penerapan sistem work from home (WFH).
Menurutnya, kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak pada efisiensi penggunaan listrik maupun bahan bakar minyak di lingkungan pemerintah kota.
“Insya Allah akhir bulan ini kami akan mendapatkan hitungan seberapa besar efisiensi listrik dan efisiensi BBM dengan adanya WFH,” ucapnya.
Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga telah memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja daerah di tengah tekanan ekonomi global.“Penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas juga sudah dipotong 50 persen,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....