Pasis Dikreg XVII Seskoad, Kasad Dorong Penguatan Yonif TP Hadapi Ancaman Global

  • 13 Mei 2026 18:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Seminar Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVII TA 2026 Seskoad, mengangkat tema Transformasi Militer dari Combat Force menuju Strategic Force melalui Transformasi TNI AD penguatan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Artificial Intelligence dan Ekonomi Nasional. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi TNI Angkatan Darat dalam merumuskan gagasan dan inovasi menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

Seminar menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, Prof. Yohanes Surya, serta Assoc. Prof. Sri Fatmawati.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan agenda rutin TNI AD yang bertujuan memperkuat kajian strategis para perwira siswa terhadap berbagai program nasional pemerintah.

“Seminar Pasis Dikreg ke LXVII Seskoad merupakan salah satu kegiatan rutin TNI AD. Dalam pengkajian para perwira siswa ini, kami banyak berdiskusi mengenai program-program Presiden, apa saja yang sudah berjalan baik maupun kekurangannya,” ujar Kasad.

Menurutnya, forum akademik seperti seminar sangat penting untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peranan langsung di lapangan, sehingga dapat menghasilkan masukan konstruktif bagi masyarakat maupun pemerintah.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Menurutnya, peran prajurit tidak hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga mampu menjadi pendamping dan penggerak pembangunan nasional.

“Kita mengikuti program yang dilakukan Presiden, bagaimana kita menguasai program-program tersebut, bagaimana kita bisa menjadi pendamping maupun pelaku agar program berjalan lancar,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterpaduan informasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, unsur sipil, hingga mahasiswa agar kebijakan nasional dapat dipahami dan dijalankan secara maksimal di lapangan.

Kasad berharap para Pasis Dikreg LXVII Seskoad mampu menghadirkan solusi dan inovasi strategis melalui forum diskusi dengan para narasumber kompeten. “Saya berharap para perwira siswa menghadirkan forum dengan pembicara yang kompeten sehingga menghasilkan solusi dan inovasi untuk mendukung perencanaan yang telah disusun,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, Kasad juga menyinggung tantangan transformasi TNI AD, khususnya dalam pengembangan Yonif TP, penerapan Artificial Intelligence, serta penguatan teritorial.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah melengkapi fasilitas latihan di wilayah terpencil. Namun demikian, ia optimistis prajurit TNI memiliki kreativitas tinggi dalam menghadapi keterbatasan. “Pemerintah terus melakukan transformasi, termasuk peningkatan persenjataan dan teritorial. Memang membutuhkan proses, tetapi tentara Indonesia sangat kreatif dalam memanfaatkan apa yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa ekonomi nasional Indonesia memiliki fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian global.

Dalam paparannya di hadapan para Pasis Dikreg LXVII Seskoad, Luhut menekankan bahwa teknologi harus menjadi fokus utama pembangunan nasional sesuai arahan Presiden. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah seperti bantuan sosial, ketahanan pangan, program ekonomi kerakyatan, serta menjaga stabilitas nasional.

“Para Pasis Dikreg LXVII Seskoad harus memiliki metode dan rumusan yang membangun dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Perwira TNI di lapangan harus memiliki pola pikir “Indonesia First” sebagai bentuk optimisme bahwa Indonesia mampu sejajar dengan negara maju lainnya,” kata Luhut.

Luhut menambahkan bahwa loyalitas prajurit TNI harus tetap tegak lurus karena TNI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Ia berharap para Pasis Dikreg LXVII Seskoad sebagai calon pemimpin masa depan, mampu menjawab tantangan global, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Seminar ini menjadi momentum penting bagi TNI AD untuk memperkuat transformasi kelembagaan melalui inovasi, teknologi Artificial Intelligence, serta sinergi dalam mendukung pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....