Padat Karya, Dorong Ekonomi dan Kepedulian Lingkungan
- 13 Mei 2026 13:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Program Padat Karya yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di Kecamatan Gedebage tidak hanya menjadi upaya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian warga terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.
Kegiatan yang di laksanakan di kawasaan Gedebage, pada Rabu 11 Mei 2026tersebut melibatkan 200 peserta yang tersebar di empat titik wilayah Kecamatan Gedebage. Masing-masing titik diikuti 50 peserta yang berasal dari empat kelurahan, yakni Rancabolang, Rancanumpang, Cimincrang, dan Cisaranten Kidul.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, para peserta program berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat desil 1 hingga 5.
“Program ini bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus membantu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Yayan, Rabu 13 Mei 2026.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan perlengkapan kerja seperti sepatu, cangkul, sekop, serta peralatan pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga menerima makan siang, makanan ringan, dan honor sebesar Rp175 ribu per hari selama 10 hari pelaksanaan kegiatan.
Yayan mengungkapkan, target peserta program padat karya di Kota Bandung pada tahun 2026 mencapai 8.500 orang. Program tersebut dilaksanakan melalui kelurahan-kelurahan berdasarkan hasil reses anggota dewan maupun usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Ia berharap program padat karya dapat meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membantu pemulihan ekonomi warga pascapandemi dan kondisi ekonomi yang masih menantang.
Meski demikian, Yayan menuturkan program tersebut bersifat sementara. Karena itu, semangat sukarela dan gotong royong di tengah masyarakat harus tetap dipelihara.
Sementara itu, Camat Gedebage, Latif menilai program padat karya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam memperkuat semangat kebersamaan warga.
Menurutnya, program tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah agar tetap aman, bersih, dan nyaman. Ia juga menyebut antusiasme warga cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Bukan hanya mendapatkan bantuan upah, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong dan kemandirian untuk senantiasa menjaga lingkungan,” kata Latif.
Ia menambahkan, pelaksanaan padat karya tahun ini menjadi hal baru karena empat kelurahan digabung dalam satu pelaksanaan tingkat kecamatan. " Kegiatan juga disebar ke sejumlah RW dengan fokus pada pembersihan dan pemeliharaan lingkungan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....