FKSS Kota Bandung Bahas SPMB 2026/2027, Sekolah Swasta Berharap Lebih Diuntungkan
- 12 Mei 2026 18:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) SMA Kota Bandung menggelar kegiatan sharing session bersama para anggota, di Aula PGRI Jabar, Selasa 12 Mei 2026, untuk membahas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 serta strategi meningkatkan daya saing sekolah swasta.
Ketua FKSS SMA Kota Bandung, Riki Suryadi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wadah diskusi dan evaluasi terkait kebijakan penerimaan peserta didik baru yang dinilai berdampak langsung terhadap keberlangsungan sekolah swasta.

Menurut Riki, FKSS berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat memberikan manfaat lebih besar bagi sekolah swasta dibanding tahun sebelumnya.
“Berdasarkan pengalaman SPMB tahun lalu, adanya program PAPS yang digagas gubernur dinilai kurang menguntungkan bagi sekolah swasta. Karena itu, kami mencoba merumuskan bagaimana SPMB 2026/2027 bisa memberikan dampak positif terhadap penerimaan siswa baru di sekolah swasta,” ujar Riki dalam kegiatan tersebut.
Riki menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima FKSS, program PAPS tidak diterapkan pada tahun ajaran saat ini. Kondisi tersebut disambut positif oleh sekolah swasta karena dinilai dapat menjaga keseimbangan jumlah peserta didik baru.
Menurutnya, jika program PAPS diterapkan, maka jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri akan bertambah sehingga berdampak pada berkurangnya minat siswa mendaftar ke sekolah swasta. “Kalau PAPS diterapkan otomatis jumlah rombel di sekolah negeri bertambah, imbasnya peserta didik yang berminat ke sekolah swasta berkurang,” katanya.
Dalam kegiatan sharing session itu, FKSS juga mengapresiasi sejumlah sekolah swasta yang dinilai tetap mampu menarik minat peserta didik meski di tengah persaingan ketat, seperti SMA Pasundan 1, SMA Pasundan 2, PGRI, hingga Taruna Bhakti.
Sekolah-sekolah tersebut berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun kualitas pendidikan agar tetap diminati masyarakat. “Mereka menyampaikan bagaimana menarik peserta didik walaupun ada program PAPS. Intinya membuat sekolah berkualitas yang diminati siswa baru,” ungkap Riki.
Selain itu, FKSS juga melakukan pembahasan bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat terkait penguatan kualitas sekolah swasta. Riki menilai setiap sekolah memiliki karakteristik dan segmentasi pasar yang berbeda sesuai kondisi wilayah dan kultur masyarakat masing-masing.
“Sekolah swasta punya pangsa pasar sendiri, tidak bisa disamakan. Kalau sekolah itu unggul di bidang tertentu jangan dipaksa menjadi seperti sekolah lain, tetapi bagaimana meningkatkan keunggulan yang dimiliki,” jelasnya.
FKSS juga berharap sekolah negeri dapat memberikan informasi penerimaan siswa baru secara akurat dan konsisten, terutama terkait jumlah rombongan belajar. Menurutnya, kepastian informasi tersebut penting agar sekolah swasta dapat memetakan target penerimaan peserta didik baru secara lebih tepat.
Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, mengapresiasi kegiatan sharing session yang digagas FKSS SMA Kota Bandung. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk mencari solusi bersama terhadap berbagai isu pendidikan terbaru.
“Kami berharap FKSS dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah sehingga berdampak terhadap kualitas satuan pendidikan masing-masing. Muaranya sekolah swasta SMA di Bandung bisa menjadi sekolah berkualifikasi unggulan,” ujar Asep.
Ia juga menilai FKSS dapat menjadi rumah interaksi bagi para pengelola sekolah swasta untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Pertemuan seperti ini harus rutin dilakukan agar anggota bisa saling memajukan melalui pola dan ilmu dalam mengelola sekolah swasta, serta berkompetisi menampilkan kualitas pendidikan terbaik,” katanya.
Asep berharap kolaborasi antar sekolah swasta terus diperkuat agar setiap keunggulan yang dimiliki sekolah dapat menjadi daya tarik bagi calon peserta didik baru. “Setiap keunggulan sekolah swasta bisa dibagikan dan itu dapat menarik peserta didik baru. Salah satunya melalui komunikasi dalam forum seperti ini,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....