DKPP Kota Bandung Pastikan Stok Beras Aman
- 12 Mei 2026 11:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan stok beras di Kota Bandung dalam kondisi aman meski harga beras di pasaran masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Gunanjar mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, ritel modern, hingga gudang Bulog, ketersediaan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih mencukupi.
“Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga beras, saat ini Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional sedang menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga penerima bantuan pangan yang berasal dari keluarga miskin di Kota Bandung,” ujar Gin Gin, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut berupa beras medium sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter setiap bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Selain program dari pemerintah pusat, Pemkot Bandung juga menyiapkan berbagai program ketahanan pangan daerah untuk mendukung pengentasan kemiskinan pada 2026. Salah satunya melalui pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton beras.
Menurut Gin Gin, cadangan beras tersebut akan digunakan untuk mendukung Program ATM Beras yang menyasar 2.000 kepala keluarga miskin di Kota Bandung. Penerima manfaat merupakan warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), namun tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
“Setiap penerima manfaat akan mendapatkan 10 kilogram beras kualitas premium setiap bulan selama satu tahun melalui 20 unit ATM Beras,” katanya.
Saat ini, Kota Bandung memiliki 46 unit ATM Beras, terdiri dari 40 unit milik Pemerintah Kota Bandung dan 6 unit milik Baznas Kota Bandung. Sebanyak 26 unit ATM Beras disuplai oleh Baznas Kota Bandung dengan total penerima manfaat mencapai 1.950 kepala keluarga.
DKPP Kota Bandung juga akan meluncurkan Program Pangersa sebagai upaya penanganan daerah rentan rawan pangan dan stunting. Program ini menyasar 1.832 kepala keluarga miskin yang terdaftar dalam DTSEN di luar penerima BPNT dan PKH.
Melalui program tersebut, penerima manfaat akan memperoleh bantuan berupa 5 kilogram beras premium, satu ekor ayam, satu kilogram ikan lele, satu kilogram telur, serta sayuran. Bantuan akan disalurkan sebanyak dua kali dalam setahun.
Selain bantuan pangan, DKPP Kota Bandung juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 44 kali selama tahun 2026 di berbagai wilayah Kota Bandung. Kegiatan ini didukung pendanaan dari APBD Kota Bandung, APBD Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga dana CSR BUMN.
“Salah satu komoditas yang disediakan berupa beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium kemasan 5 kilogram yang penyediaannya bekerja sama dengan Perum Bulog,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....