Faunaland Siap Kelola Kebun Binatang Bandung, Konsep Konservasi Urban Modern

  • 09 Mei 2026 11:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Faunaland menyatakan kesiapannya mengikuti proses pemilihan mitra Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) pengelolaan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang saat ini tengah dibuka Pemerintah Kota Bandung. Proses tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menghadirkan pengelolaan kebun binatang yang lebih modern, ramah satwa, edukatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.

‎Sebagai pengelola Faunaland Ancol Jakarta dan Faunaland Buperta Cibubur, Faunaland mengaku memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan konservasi di tengah aktivitas masyarakat kota. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan karakter Kebun Binatang Bandung yang berada di pusat kota dan telah lama menjadi bagian dari ruang interaksi masyarakat lintas generasi.

‎CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen mengatakan, Bandung memiliki karakter kota yang kreatif, hijau, dan dekat dengan aktivitas komunitas serta keluarga muda. Karena itu, Kebun Binatang Bandung dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang konservasi urban yang sehat bagi satwa sekaligus menjadi ruang edukasi dan ruang hijau yang hidup bagi masyarakat.

‎“Bandung memiliki karakter kota yang kreatif, hijau dan sangat dekat dengan aktivitas komunitas serta keluarga muda. Karena itu kami melihat Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang konservasi urban yang tidak hanya sehat bagi satwa, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan ruang hijau yang hidup bagi masyarakat,” ujar Danny, Sabtu 9 Mei 2026.

‎Faunaland selama ini mengembangkan konsep konservasi urban yang terintegrasi dengan ruang publik, edukasi keluarga, dan aktivitas masyarakat kota. Pendekatan tersebut memungkinkan lembaga konservasi tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi ruang belajar lingkungan hidup yang lebih terbuka, nyaman, dan dekat dengan keseharian masyarakat.

‎Menurut Danny, perhatian publik terhadap kesejahteraan satwa kini semakin tinggi. Masyarakat tidak lagi hanya melihat kebun binatang sebagai tempat hiburan, tetapi juga memperhatikan kualitas habitat, pola perawatan, kesehatan satwa, hingga pelaksanaan fungsi edukasi dan konservasi secara bertanggung jawab.

‎Karena itu, ia menilai pengelolaan Kebun Binatang Bandung ke depan perlu mengedepankan peningkatan kesejahteraan satwa, penguatan fasilitas konservasi, penataan habitat yang lebih baik, serta tata kelola profesional yang mampu membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

‎Selain memiliki pengalaman dalam pengelolaan konservasi urban, Faunaland juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai jaringan dan komunitas konservasi internasional. Kerja sama tersebut dilakukan dalam pengembangan edukasi satwa, enrichment habitat, hingga peningkatan standar animal welfare.

‎Danny menilai salah satu keunggulan utama Kebun Binatang Bandung terletak pada lokasinya yang berada di jantung Kota Bandung. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan tersebut dinilai berpeluang besar berkembang menjadi ikon ruang hijau edukatif sekaligus pusat pembelajaran konservasi bagi anak-anak dan generasi muda.

‎“Kami percaya lembaga konservasi di tengah kota harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kesejahteraan satwa, edukasi publik, ruang hijau kota, dan pengalaman keluarga yang berkualitas. Pendekatan konservasi urban seperti inilah yang selama ini menjadi fokus pengembangan Faunaland,” katanya.

‎Faunaland juga melihat potensi besar Kebun Binatang Bandung untuk terhubung dengan ekosistem kreatif dan komunitas di Kota Bandung, mulai dari kegiatan edukasi lingkungan, aktivasi komunitas, hingga pengembangan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

‎Danny turut mengapresiasi proses pemilihan mitra KSP yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung secara terbuka dan profesional. Ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan mitra pengelola yang tidak hanya memiliki kapasitas operasional dan investasi, tetapi juga visi jangka panjang terhadap kesejahteraan satwa, edukasi publik, pengelolaan ruang hijau kota, serta pembangunan kepercayaan masyarakat.

‎“Kami melihat Kebun Binatang Bandung bukan sekadar kawasan wisata, tetapi bagian dari identitas kota dan ruang belajar bersama. Karena itu kami berharap kawasan ini dapat dikelola dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter Bandung: terbuka, edukatif, ramah keluarga, dan memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan serta kesejahteraan satwa,” paparnya.

‎Sesuai jadwal yang diumumkan Pemerintah Kota Bandung, proses pemilihan mitra KSP Kebun Binatang Bandung berlangsung sepanjang Mei 2026 dan dijadwalkan menetapkan pemenang pada 25 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....