Pemkot Bandung Kaji Teknologi Autothermix untuk Pengolahan Sampah Alternatif

  • 08 Mei 2026 15:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji teknologi alternatif pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu opsi pendukung penanganan sampah di Kota Bandung. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk membantu mengurangi volume sampah melalui proses pengolahan termal dengan konsep minim oksigen.

‎Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses kerja serta potensi pengembangan teknologi yang ditawarkan.

‎“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman, Jumat 8 Mei 2026.


‎Menurut Salman, Pemkot Bandung masih akan melakukan kajian lebih mendalam sebelum menentukan langkah lanjutan terkait pemanfaatan teknologi tersebut. Kajian akan mencakup aspek teknis, lokasi, hingga pola kerja sama yang memungkinkan diterapkan di Kota Bandung.

‎“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana menjelaskan, teknologi autothermix yang dikembangkan merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen. Sistem ini disebut berbeda dengan metode pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan kadar oksigen tertentu.

‎“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” ucapnya.

‎Ia menjelaskan, perangkat yang saat ini ditinjau masih berupa prototipe dengan kapasitas pengolahan sekitar 1 ton sampah per hari. Namun, teknologi tersebut dirancang agar dapat dikembangkan untuk kapasitas yang lebih besar sesuai kebutuhan daerah.

‎“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” katanya.

‎Budi menambahkan, teknologi autothermix tersebut dikembangkan oleh tenaga lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam penanganan persoalan sampah di Kota Bandung yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

‎" teknologi autothermix ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek regulasi, teknis, serta dampak lingkungan," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....