Dinsos Kota Bandung Perkuat Penanganan PPKS dan Penyandang Disabilitas
- 07 Mei 2026 20:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Sosial Kota Bandung terus memperkuat penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan mulai dari proses asesmen, penjangkauan, hingga pemulihan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan layanan sosial.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah menjelaskan, program yang dijalankan mencakup bimbingan sosial bagi keluarga, anak, hingga penyandang disabilitas.
“Kalau di bidang rehabilitasi sosial, program utama kami tentu asesmen dan penyaluran sosial. Selain itu ada bimbingan sosial untuk keluarga, anak, hingga penyandang disabilitas,” ujar Irvan, Kamis 7 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Bidang Rehabilitasi Sosial turut didukung oleh UPTD Rumah Singgah yang menjadi lokasi penanganan sementara bagi PPKS hasil penjangkauan gabungan bersama lintas OPD, Satpol PP, Damkar, aparat kewilayahan, dan unsur lainnya dalam rangka penataan serta beautifikasi Kota Bandung.
Di rumah singgah tersebut, para PPKS mendapatkan berbagai layanan dasar, mulai dari sandang, pangan, obat-obatan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan anak, hingga rujukan penanganan lanjutan.
Selain itu, Dinsos Kota Bandung juga sempat menjalankan program Bimbingan Fisik dan Mental (Bintalsik) bekerja sama dengan Kodim. Program tersebut menyasar PPKS hasil penjangkauan untuk mendapatkan pembinaan selama 14 hari di rumah singgah.
Tak hanya fokus pada penanganan sosial umum, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Saat ini, Dinsos Kota Bandung tengah mengembangkan kajian daycare inklusif bagi penyandang disabilitas sesuai arahan Wali Kota Bandung.
Program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM) Kota Bandung, relawan sosial, PKK, Karang Taruna, TKSK, hingga aparat kewilayahan.
Menurut Irvan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya keluarga yang menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.
“Masih ada yang disembunyikan oleh keluarga. Padahal deteksi dini itu penting supaya penanganannya tepat,” katanya.
Ia mencontohkan, terdapat sejumlah kasus warga yang selama ini dianggap mengalami gangguan jiwa, namun setelah diperiksa oleh tenaga kesehatan dan psikolog ternyata merupakan penyandang disabilitas mental yang membutuhkan penanganan khusus.
Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari respons kasus, pemeriksaan medis, rujukan psikolog maupun layanan kesehatan jiwa, hingga pendampingan keluarga dan lingkungan sosial.
Dikatakannya, Dinsos Kota Bandung juga mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas rumah singgah yang belum sepenuhnya representatif untuk penanganan penyandang disabilitas karena membutuhkan treatment khusus.
"Meski demikian, kolaborasi bersama komunitas, pemerintah provinsi, dan berbagai elemen masyarakat terus dilakukan agar layanan rehabilitasi sosial bagi PPKS dan penyandang disabilitas di Kota Bandung dapat semakin optimal," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....