Pemkot Bandung Siapkan Desain Baru Trotoar, Cegah Parkir Motor dan Mobil

  • 07 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur trotoar di sejumlah titik di Kota Bandung. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus menekan pelanggaran penggunaan trotoar sebagai area parkir kendaraan.

‎Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, penataan trotoar dilakukan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perhubungan, agar fungsi trotoar benar-benar kembali diperuntukkan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

‎“Sebetulnya ini juga kami bekerja sama dengan pihak-pihak seperti Dinas Perhubungan dan lainnya. Intinya kami sedang menyusun desain trotoar yang tidak hanya memberikan kemudahan bagi pejalan kaki, tetapi juga mencegah kendaraan, khususnya motor dan mobil, parkir di atas trotoar,” ujar Rizki, Kamis 7 Mei 2026.

‎Menurutnya, pelanggaran penggunaan trotoar hingga saat ini masih cukup banyak ditemukan di berbagai ruas jalan Kota Bandung. Kondisi tersebut dinilai mengganggu hak pejalan kaki serta mengurangi kenyamanan dan keamanan masyarakat saat berjalan di area pedestrian.

‎Ia mengakui, masih banyak trotoar yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, terutama sepeda motor. Karena itu, Pemkot Bandung tengah menyiapkan sejumlah desain penataan yang diharapkan mampu menjadi solusi permanen terhadap persoalan tersebut.

‎“Masih banyak, masyarakat juga bisa melihat sendiri. Karena itu kami sedang mencoba beberapa konsep di sejumlah lokasi yang masih sering digunakan untuk parkir kendaraan di trotoar,” katanya.

‎Rizki menegaskan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan bukan sekadar meninggikan trotoar, tetapi menghadirkan desain penghalang yang tetap estetis dan ramah lingkungan kota. Desain tersebut nantinya disesuaikan dengan karakter kawasan masing-masing.

‎Ia mencontohkan penataan seperti yang diterapkan di kawasan Jalan Tamansari dekat Kebun Binatang Bandung. Di lokasi tersebut, trotoar dilengkapi elemen pembatas sehingga kendaraan roda dua tidak mudah melintas atau parkir sembarangan.

‎“Solusinya bisa macam-macam. Bisa melalui desain utilitas, pemasangan bangku, atau pembatas tertentu. Intinya bukan sekadar memasang bollard biasa, tetapi bagaimana kendaraan motor tidak bisa masuk ke area trotoar,” ucapnya.

‎Selain pembenahan fisik, Pemkot Bandung juga berharap adanya dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki. Menurut Rizki, trotoar harus menjadi fasilitas publik yang nyaman, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

‎“Kami ingin trotoar itu benar-benar dikhususkan untuk pejalan kaki dan disabilitas agar mereka bisa senyaman mungkin menggunakan jalur pedestrian,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....