Pemkot Bandung Siapkan Program Olahraga 3 Kali Sepekan untuk Siswa

  • 06 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berencana meningkatkan frekuensi olahraga bagi siswa sekolah di Kota Bandung menjadi tiga kali dalam sepekan. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk mencegah sejak dini meningkatnya kecenderungan obesitas pada anak-anak usia sekolah.

‎Farhan mengungkapkan, berdasarkan data hasil cek kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung, tingkat kecenderungan obesitas pada pelajar memang masih tergolong rendah. Namun demikian, laju pertumbuhannya dinilai cukup tinggi sehingga perlu segera diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

‎“Data dari hasil cek kesehatan gratis menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan obesitas anak-anak sekolah kita walaupun masih rendah, tetapi pertumbuhannya tinggi,” ujar Farhan, Rabu 6 Mei 2026.

‎Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui edukasi pola makan sehat. Diperlukan juga peningkatan aktivitas fisik secara rutin di lingkungan sekolah agar anak-anak terbiasa menjalani gaya hidup aktif.

‎Saat ini, kegiatan olahraga di sekolah umumnya hanya dilaksanakan satu kali dalam sepekan dengan durasi terbatas. Ke depan, Pemerintah Kota Bandung menargetkan adanya tambahan sesi olahraga menjadi tiga kali dalam seminggu, dengan durasi minimal 30 menit untuk setiap sesi.

‎“Kami akan segera meluncurkan program olahraga tiga kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit. Saat ini masih satu kali dalam seminggu,” katanya.

‎Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa konsep olahraga tambahan tersebut tidak hanya berupa pelajaran olahraga formal, tetapi juga mencakup aktivitas aerobik serta berbagai permainan olahraga yang menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk lebih aktif bergerak.

‎“Ada dua jenis aktivitas yang perlu diterapkan, yakni aerobik dan permainan dari berbagai cabang olahraga,” ungkapnya.

‎Untuk mematangkan program tersebut, Pemkot Bandung menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Kedua institusi ini dilibatkan karena memiliki kompetensi dalam pengembangan sport science sebagaimana diatur dalam sistem keolahragaan nasional.

‎Farhan menilai, pendekatan berbasis sport science sangat penting agar program yang dijalankan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesehatan siswa serta membentuk kebiasaan hidup aktif sejak dini.

‎" berharap dapat menekan potensi peningkatan obesitas pada anak sekaligus menciptakan generasi muda yang lebih sehat, bugar, dan produktif di masa depan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....