Pemkot Bandung Perkuat PHBS, Tekan Penyakit Tidak Menular sejak Usia Sekolah
- 06 Mei 2026 14:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya strategis menekan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di tengah masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa tren peningkatan penyakit tidak menular harus menjadi perhatian serius. Hal ini dilakukan meskipun Kota Bandung masih dihadapkan pada sejumlah persoalan kesehatan lainnya seperti stunting dan tuberkulosis (TBC).
“Prevalensi penyakit tidak menular harus turun,” ujar Farhan, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, data kesehatan yang dimiliki Pemkot Bandung menunjukkan pentingnya penguatan pola hidup sehat sejak usia dini, khususnya di lingkungan sekolah. Edukasi kesehatan, kata dia, harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk pengendalian konsumsi garam, gula, dan lemak.
Menurut Farhan, sosialisasi gaya hidup sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh. Ia menilai, kegiatan seperti donor darah memang penting, namun harus didahului dengan fondasi gaya hidup sehat yang kuat di masyarakat.
“Harus disikapi dengan melakukan sosialisasi gaya hidup sehat. Donor darah adalah puncak, tetapi sebelumnya kita harus meletakkan dasar yang kuat, terutama dalam pengelolaan konsumsi garam, gula, dan lemak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farhan menilai sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup sehat. Untuk itu, Pemkot Bandung akan mendorong pengawasan ketat terhadap komposisi makanan yang dikonsumsi pelajar, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan pentingnya keseimbangan kandungan gizi dalam setiap menu yang diberikan kepada siswa, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang.
“Bidang pendidikan harus didukung untuk memastikan menu yang dikonsumsi anak-anak sekolah, baik dalam program MBG maupun sehari-hari, memiliki komposisi garam, gula, dan lemak yang seimbang,” katanya.
Selain pengaturan pola makan, Pemkot Bandung juga berkomitmen memperkuat aktivitas fisik di kalangan pelajar melalui program olahraga rutin di sekolah. Kebijakan ini diyakini menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan risiko penyakit tidak menular sejak dini.
Farhan menambahkan, penguatan PHBS tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh program kesehatan, pemanfaatan teknologi, hingga inovasi di Kota Bandung harus terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Agar semua program, teknologi, dan inovasi yang ada di Kota Bandung terintegrasi dan berpusat untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Ia pun menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya fokus pada pengobatan saat sakit, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan promotif dan preventif harus menjadi prioritas, agar masyarakat terbiasa menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....