Perkuat Mitigasi Bencana, BPBD Kota Bandung Siapkan Program Hutan Kota

  • 06 Mei 2026 09:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui program penanaman pohon yang akan dikemas dalam konsep hutan kota. Program ini direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang rutin digelar setiap Oktober.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) yang fungsional dan berkelanjutan.

‎“Untuk puncaknya nanti, kita ingin membuat semacam hutan kota yang tidak hanya ditanami pohon, tetapi juga dilengkapi dengan jalur jalan kaki dan tempat duduk agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.

‎BPBD Kota Bandung telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung yang menyatakan kesiapan untuk mendukung program tersebut. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan melakukan survei guna menentukan lokasi yang tepat untuk pengembangan hutan kota tersebut.

‎Sebelumnya, kegiatan penanaman pohon telah dilakukan di kawasan Pasirwangi dan Cimenyan, yang dikenal sebagai wilayah rawan bencana di Bandung Utara. Ke depan, BPBD akan memperluas cakupan penanaman dengan memanfaatkan lahan-lahan RTH yang saat ini dalam kondisi kritis.

‎Didi menegaskan, pihaknya tidak hanya mengejar target indikator program semata, tetapi juga berupaya membangun ketahanan daerah secara nyata melalui penghijauan.

‎“Kalau di lapangan, tentu tidak cukup hanya sekadar memenuhi indikator. Semakin hijau suatu wilayah, maka akan semakin baik dalam mendukung ketahanan lingkungan dan mengurangi risiko bencana,” katanya.

‎Selain melibatkan pemerintah, BPBD juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat, komunitas, hingga sektor pendidikan. Salah satu inisiatif yang sempat dilakukan adalah penggalangan donasi pohon melalui sekolah, meski hasilnya masih terbatas.

‎“Partisipasi masyarakat sangat terbuka. Kemarin ada juga dari kalangan arsitek yang menawarkan bantuan pohon ketapang kencana dari kebunnya. Hal-hal seperti ini tentu sangat kami apresiasi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....