Wamendikdasmen: Transformasi Pendidikan Harus Sentuh Sekolah Negeri dan Swasta

  • 05 Mei 2026 17:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Momentum Bulan Pendidikan 2026 menjadi pengingat pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kreativitas peserta didik. Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, ke SMA Pasundan 3 Bandung, untuk meninjau hasil revitalisasi dan pemanfaatan digitalisasi pembelajaran di sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen Atip meninjau langsung hasil revitalisasi sejumlah fasilitas sekolah sekaligus melihat pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Peninjauan dilakukan di beberapa area yang telah direhabilitasi, meliputi 6 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang guru dan 1 toilet siswa.

“Transformasi pendidikan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi besar dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” ujar Wamen Atip di Bandung, Selasa 5 Mei 2026.

Menurut Wamen Atip, revitalisasi sekolah perlu diikuti dengan transformasi proses pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan guru. “Perubahan fisik sekolah harus sejalan dengan perubahan cara belajar. Pemanfaatan digitalisasi pembelajaran seperti PID dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendorong murid untuk berpartisipasi aktif,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Pasundan 3 Bandung, Eki Sayogiya, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 senilai Rp1,2 miliar. “Alhamdulillah fasilitas sekolah sekarang jauh lebih baik dan lebih nyaman digunakan. Kami sebagai warga sekolah tentu merasa sangat terbantu dengan adanya revitalisasi ini,” ujarnya.

Eki mengungkapkan bahwa sebelum direhabilitasi kondisi sejumlah fasilitas sekolah dinilai kurang layak dan membutuhkan perbaikan. “Kondisi sebelumnya memang cukup memprihatinkan. Setelah mendapatkan program revitalisasi, perubahan di sekolah sangat terasa, baik dari sisi fasilitas maupun kenyamanan belajar,” kata Eki.

Selain itu, Eki mengatakan jika dampak program revitalisasi juga terlihat dari meningkatnya antusiasme siswa dan dukungan orang tua terhadap sekolah. Selain rehabilitasi bangunan, sekolah juga memperoleh fasilitas PID yang kini dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

“Guru-guru merasa sangat terbantu karena PID memiliki berbagai fitur pembelajaran interaktif dan kuis. Anak-anak juga terlihat lebih antusias dan semangat belajarnya meningkat,” jelas Eki.

Apresiasi terhadap program revitalisasi juga disampaikan salah satu siswa SMA Pasundan 3 Bandung, Rahmania Khairunisa yang mengatakan jika perubahan fasilitas sekolah membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi dan fasilitas pembelajaran yang diberikan. Sekarang belajar menjadi lebih nyaman dan lebih menyenangkan,” ujar Rahmania.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....