Jawa Barat Masih Defisit Jagung hingga 3,4 Juta Ton
- 05 Mei 2026 10:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat komoditas jagung masih mengalami defisit cukup besar meski berbagai upaya peningkatan produksi terus dilakukan. Kebutuhan jagung di daerah ini jauh melampaui produksi yang ada saat ini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengatakan kebutuhan jagung di Jawa Barat mencapai 4 hingga 5 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi jagung di daerah tersebut masih berada di bawah 1 juta ton.
“Jagung itu kalau di Jawa Barat masih defisit. Kebutuhan hampir di angka 4 sampai 5 juta ton, sementara produksi di bawah 1 juta ton, sehingga defisit hampir 3,4 juta ton,” ujar Dadan, Senin 4 Mei 2026.
Meski demikian, ia menjelaskan secara nasional komoditas jagung telah mengalami surplus. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan di tingkat daerah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan internal Jawa Barat.
“Defisit kalau untuk penggunaan Jawa Baratnya sendiri, sehingga jagung banyak didatangkan dari provinsi lain,” katanya.
Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi jagung melalui berbagai strategi, termasuk kerja sama lintas sektor. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah pusat dan Polri, yang kemudian ditindaklanjuti di tingkat daerah bersama Polda Jawa Barat.
Upaya tersebut mencakup penyediaan lahan, akses permodalan, hingga jaminan pasar bagi petani. Dadan menyebut ekosistem pertanian jagung di Jawa Barat mulai terbentuk dengan dukungan berbagai pihak.
“Upaya peningkatan produksi harus dibarengi dengan hilirnya, dan alhamdulillah ekosistem pertanian ini sudah terbangun, mulai dari lahan, permodalan, hingga pasar,” ucapnya.
Secara geografis, Jawa Barat memiliki potensi lahan kering yang cukup luas, mencapai 120 ribu hingga 140 ribu hektare. Lahan tersebut tersebar di wilayah selatan seperti Sukabumi, Cianjur, Garut, hingga Pangandaran, yang dinilai cocok untuk pengembangan jagung.
Pemerintah berharap optimalisasi lahan kering serta keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian dapat membantu menekan defisit jagung di Jawa Barat pada tahun-tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....