Berpotensi Tinggi di Lahan Kering, Produksi Jagung di Jawa Barat Terus Didorong

  • 05 Mei 2026 03:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian. Meskipun fokus utama tetap pada komoditas padi, jagung dinilai memiliki potensi besar, terutama di lahan kering.

"Fokus Jawa Barat pasti kepada tanaman padi. Tapi, bukan berarti jagung tidak ditanam. Jagung menjadi alternatif utama setelah padi, terutama di lahan tadah hujan. Komoditas ini cocok di kondisi keterbatasan air,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, Senin 4 Mei 2026.

Ketersediaan lahan menjadi faktor utama dalam pengembangan jagung. Sejumlah lahan milik perkebunan, kawasan kehutanan, hingga lahan milik TNI dan Polri mulai dimanfaatkan untuk penanaman jagung.

Selain itu, akses permodalan juga diperkuat melalui koneksi dengan perbankan dan koperasi, termasuk dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di sisi hilir, hasil produksi jagung telah terserap oleh Bulog maupun industri pakan ternak.

Dadan menambahkan, potensi lahan kering di Jawa Barat mencapai 120 ribu hingga 140 ribu hektare. Lahan tersebut tersebar di wilayah selatan, seperti Sukabumi, Cianjur, Garut, hingga Pangandaran.

“Jagung menjadi alternatif utama setelah padi, terutama di lahan tadah hujan. Komoditas ini cocok di kondisi keterbatasan air,” katanya.

Hingga 2025 posisi produksi jagung Jawa Barat berada di peringkat ketujuh nasional. Hal ini menjadi dasar untuk terus meningkatkan kontribusi daerah terhadap produksi jagung nasional.

Menurut Dadan, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk kerja sama lintas sektor. Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Kementerian Pertanian, yang ditindaklanjuti di tingkat daerah bersama Polda Jawa Barat.

“Banyak inisiasi yang disampaikan, mulai dari penyediaan lahan hingga dukungan permodalan dan pasar. Ini menjadi bagian dari ekosistem pertanian yang mulai terbangun,” ujarnya.

Ia berharap, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian semakin meningkat. Seiring juga dengan kepastian pasar dan dukungan ekosistem yang semakin kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....