Bandung Miliki Fasilitas Donor Darah Canggih Pertama di Indonesia

  • 04 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Senin 4 Mei 2026. Fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara.

‎Peresmian tersebut menandai langkah maju dalam transformasi digital pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan donor darah di Kota Bandung. Farhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi mutakhir yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan.

‎“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” ujar Farhan, senin 4 Mei 2026.

‎Menurutnya, kehadiran sistem GLP dan WBA merupakan tonggak penting karena untuk pertama kalinya teknologi tersebut tersedia di Indonesia. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan pihak swasta.

‎Farhan menjelaskan, keunggulan utama sistem ini terletak pada otomatisasi proses pengolahan darah. Dengan teknologi tersebut, darah donor dapat diolah menjadi berbagai komponen seperti packed red cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit secara lebih cepat dan efisien.

‎Selain itu, sistem pencatatan yang telah terdigitalisasi juga mampu meminimalkan risiko kesalahan manual, termasuk potensi tertukarnya data atau sampel darah.

‎“Dengan sistem ini, pencatatan tidak lagi manual sehingga risiko tertukar bisa dihindari. Ini membuat proses menjadi lebih akurat dan efisien,” katanya.

‎Dari sisi kapasitas, fasilitas ini mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah per hari. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

‎Farhan pun mengajak warga Kota Bandung untuk aktif mendonorkan darah. Selain membantu sesama, donor darah kini juga memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.

‎“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya. Ini akan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bandung,” ucapnya.

‎Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto menyampaikan bahwa pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

‎“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.

‎“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....