Wujud Kolaborasi, Sespimma Polri Gelar FGD Ketahanan Pangan dengan Dinas TPH Jabar

  • 04 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Pokjar V menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jawa Barat menyoroti penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Dinas TPH, Kota Bandung, Senin 4 Mei 2026.

Tema yang diusung dalam FGD adalah optimalisasi kerja sama dalam peningkatan produktivitas jagung. Forum ini melibatkan peserta didik Sespimma, aparatur sipil negara Dinas TPH, hingga unsur pendamping dan pengawas.

Anjak Madya Sespimma, Kombes Pol Tommy Bambang Wirawan, menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Dinas TPH Jawa Barat.

“Sinergitas, kerja sama, dan kolaborasi pasti kita laksanakan. Kami juga mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik, apalagi saat ini Polri mendapat perintah untuk mendukung swasembada pangan, khususnya jagung,” ujar Tommy, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selain jagung, komoditas padi juga menjadi perhatian dalam program ketahanan pangan Polri. Keterlibatan berbagai pihak dinilai dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional

“Mudah-mudahan pembangunan nasional bisa terus kita kejar dan capai dengan ketahanan pangan yang baik,” ujarnya.

Tommy juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan dinas terkait. Menurutnya kerjasama tersebut penting guna mewujudkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri di khususnya di bidang pertanian.

“Mungkin ke depan ada pelatihan dan kerja sama untuk mempersiapkan personel Polri yang memiliki keahlian di bidang pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Jawa Barat, Dadan Hidayat, menyampaikan bahwa produksi jagung di wilayahnya terus diupayakan mengalami peningkatan. Saat ini Jawa Barat menempati peringkat ketujuh secara nasional terhitung pada tahun 2025 lalu.

“Untuk jagung, Jawa Barat sampai tahun 2025 berada di peringkat ke-7 tingkat nasional,” ujar Dadan. Ia menambahkan, peningkatan produksi tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, Polri, dan pemerintah daerah, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman di tingkat pusat hingga daerah.

“Upaya peningkatan produksi jagung ini didukung kerja sama lintas sektor, mulai dari pusat hingga daerah,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan lahan dan dukungan permodalan menjadi faktor penting dalam pengembangan jagung. Selain itu, pemasaran hasil panen juga telah dipersiapkan dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....