Bupati Reynaldi Pastikan Kelestarian Mangrove Pantai Pondok Bali Harus Dijaga

  • 03 Mei 2026 21:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, monitoring aset kawasan Pantai Pondok Bali, yang memiliki potensi ekonomi tinggi, dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, sebagai salah satu pendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang, Minggu 4 Mei 2026. Kehadiran Bupati di lokasi Pantai Pondok Bali tersebut, terkait penataan kawasan wisata pantai, yang dimiliki Subang saat ini.

Kepala Desa Mayangan, Darto, mengapresiasi kehadiran Bupati Reynaldi yang dinilai responsif, dan sigap dalam mengkonsolidasikan berbagai aspirasi masyarakat Desa Mayangan, khususnya terkait deforestasi hutan Mangrove, kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat. Selanjutnya, Darto mengungkapkan, beredarnya video deforestasi yang memperlihatkan aktivitas alih fungsi lahan, menjadi kolam pemancingan ikan, menunjukkan adanya dugaan, bahwa alih fungsi lahan tersebut, menjadi penyebab utama hilangnya hutan mangrove di atas lahan milik pribadi (SHM No. 74) atas nama Endang Saputra.

"Disayangkan sekali, karena semua masyarakat Desa Mayangan, sudah cinta mangrove, saya sangat sedih, saya lihat memang itu di tanah milik pribadi," terang Darto.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Subang menegaskan, ekosistem mangrove harus dijaga, karena menghasilkan serasah, yang akan mengalami proses dekomposisi, yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber hara bagi tanaman, serta menjadi sumber makanan bagi ikan. Dengan tegas Reynaldi juga memastikan, ekosistem mangrove yang ada di pesisir Subang harus dijaga, karena kerusakannya dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko, dan intensitas banjir rob.

"Kita pada prinsipnya ingin mengembalikan lagi pada tatanan awal, bahwa di sini harus dijaga alam dan lingkungannya, jangan sampai ada alih fungsi lahan, atau ada penggunaaan lahan untuk hal-hal yang tidak manfaat, atau bahkan merusak ekosistem yang ada. Tanpa dihancurkan pun, rob itu sudah sangat menghawatirkan, apalagi kalau sampai mangrove-mangrovenya tergusur," jelas Reynaldi.

Ia juga memastikan komitmennya, untuk menyeimbangkan pesatnya pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, dan diwujudkan melalui arah kebijakan yang menekankan peningkatan ketahanan daerah berbasis ekologi. Artinya, kebutuhan masyarakat itu, harus seimbang dengan kelestarian alamnya.

"Kita harus balance, ekosistem dengan kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....