Ancaman Kemarau Panjang, DLH Cimahi Siapkan Strategi Pemeliharaan Tanaman
- 30 Apr 2026 15:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap keberhasilan program penghijauan di eks TPA Leuwigajah. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi tingkat kelangsungan hidup tanaman yang baru ditanam.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, menyebut ancaman utama berasal dari potensi tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama. Situasi ini berisiko tinggi bagi tanaman yang masih dalam tahap awal pertumbuhan.
“Jika dalam satu hingga dua bulan tidak turun hujan, kondisi itu sangat rentan bagi tanaman yang baru ditanam,” ujar Agus saat mengikuti penanaman 400 benih tanaman di eks TPA Leuwigajah, Rabu 29 April 2026.
Agus menjelaskan, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan kemarau yang relatif basah masih membantu tanaman bertahan. Namun, prediksi kemarau panjang tahun ini menjadi tantangan yang perlu diantisipasi sejak dini.
DLH menilai perencanaan pemeliharaan lanjutan menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan. Upaya tersebut diharapkan mampu memastikan tanaman dapat tumbuh optimal hingga tahap berikutnya.
“Ke depan, kegiatan pemeliharaan akan terus diagendakan agar tanaman dapat tumbuh optimal,” katanya.
Upaya pemulihan lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Cireundeu, Kota Cimahi terus dipercepat melalui aksi penghijauan. Sedikitnya lebih dari 400 benih tanaman ditanam dalam kegiatan yang digagas Yayasan Gogogreen Cimahi.
Kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari strategi rehabilitasi kawasan rawan. Penanaman dilakukan untuk memperkuat struktur lereng sekaligus menekan potensi kerusakan lingkungan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....