Pembangunan BRT Bandung Masuk Tahap Lanjutan
- 30 Apr 2026 13:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Bandung memasuki tahap lanjutan setelah rampungnya survei lapangan di delapan titik halte yang berada di jalur utama kota.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan transportasi massal berbasis koridor yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mengurangi beban lalu lintas di kawasan perkotaan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, tim Project Management Consultant (PMC), serta tim proyek BRT telah melakukan survei bersama di delapan lokasi halte yang akan dibangun pada jalur utama (on corridor).
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan bahwa seluruh titik halte tersebut telah melalui tahapan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kewilayahan. Proses sosialisasi dilakukan secara bertahap oleh pihak konsultan dan Kementerian Perhubungan.
“Delapan halte yang sudah direncanakan itu telah disosialisasikan di tingkat kecamatan. Baik oleh PMC maupun Kemenhub, prosesnya berjalan hampir bersamaan,” ujar Rasdian, Kamis 30 April 2026.
Rasdian menjelaskan, pembangunan halte ini merupakan bagian dari pengembangan jalur BRT pada koridor utama (on corridor), yang terintegrasi dengan jalur pengumpan (off corridor) yang sebelumnya telah lebih dulu dikerjakan.
“Untuk jalur off corridor sebagian besar sudah dilaksanakan. Saat ini kita mulai kembali ke on corridor, karena sesuai timeline sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Secara keseluruhan, proyek BRT di kawasan Bandung Raya direncanakan memiliki panjang koridor sekitar 21 kilometer. Jalur ini akan melintasi sejumlah ruas utama seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Otto Iskandar Dinata, dan Jalan Dewi Sartika.
Namun demikian, pembangunan tidak akan dilakukan merata di seluruh kecamatan. Fokus pembangunan akan ditempatkan pada titik-titik strategis sesuai dengan perencanaan jaringan transportasi.
“Tidak semua kecamatan dilalui. Ada yang hanya satu ruas jalan, sementara wilayah pusat kota seperti Regol dan Bandung Wetan relatif lebih banyak dilintasi,” tambahnya.
Saat ini, proyek BRT masih berada pada tahap persiapan pasca survei dan penetapan pemenang tender. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi lanjutan sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Kalau sudah survei, berarti pembangunan segera dilakukan. Namun sebelumnya harus ada sosialisasi lagi. Targetnya, akhir tahun ini sudah mulai dibangun,” tandasnya.
Adapun delapan titik halte yang telah disurvei berada di sejumlah ruas jalan strategis, yaitu:
Jalan Suniaraja (Stasiun Hall).
Jalan Otto Iskandar Dinata (Dalem Kaum dan Simpang Pasir Koja).
Jalan Dewi Sartika (Kepatihan).
Jalan Asia Afrika (Alun-Alun Bandung).
Jalan Jenderal Sudirman (Dulatip dan Bundaran Cibeureum).
Jalan Banceuy (Banceuy Center)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....