Viral Siswa SMP di Tasikmalaya Berkelahi Dipicu Laga Bola

  • 29 Apr 2026 20:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Sebuah video perkelahian dua siswa SMP di Kabupaten Tasikmalaya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral itu, dua pelajar tampak saling pukul hingga terjatuh ke tanah. Bukannya dilerai, perkelahian keduanya justru hanya disaksikan dan malah disemangati teman-temannya.

Hasil penelusuran, lokasi perkelahian berada di salah satu SMP di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Kapolsek Leuwisari yang wilayah hukumnya mencakup Padakembang, Iptu Pramono, membenarkan kejadian tersebut.

"Betul video tersebut. Duelnya terjadi di belakang sekolah, Selasa kemarin," kata Kapolsek, Rabu 29 April 2026.

Menurutnya. dua siswa yang berkelahi masih duduk di kelas tujuh. Perselisihan bermula dari pertandingan sepak bola di sekolah. Situasi memanas setelah keduanya diprovokasi oleh siswa kelas delapan.

“Sehingga terjadilah duel di belakang sekolah, kemudian di video temannya," katanya.

Iptu Pramono menyebut kedua siswa sebenarnya sudah berdamai usai pertandingan. Namun provokasi dari teman membuat keduanya kembali tersulut emosi.

"Sudah damai, ada yang nantang, dipanasin beda kelas. Dia bangkit lagi, jadi kelahi. Ada campur tangan temannya," ujarnya.

Akibat perkelahian itu, salah satu siswa mengalami lebam di tubuhnya. Pada Rabu pagi, siswa tersebut tidak masuk sekolah.

Menindaklanjuti kejadian itu, Polsek Leuwisari langsung berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Bhabinkamtibmas, dan KPAI Kabupaten Tasikmalaya. Petugas mendatangi sekolah dan mengumpulkan semua pihak yang terlibat.

"Kami koordinasi dengan PPA Satreskrim dan proses hukumnya kita koordinasi dengan PPA," kata Iptu Pramono.

Komisioner KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nurjaeni, mengatakan, pihaknya langsung melakukan pembinaan. Siswa yang terlibat duel, orang tua, kepala sekolah, hingga bagian kesiswaan dikumpulkan.

"Pagi ini dikumpulkan semua. Orang tua dan kepsek juga kesiswaan. Kami minimal bina dulu siswanya," ucap Asep.

Asep mengatakan, pembinaan jadi langkah awal agar kejadian serupa tidak terulang. Pihaknya juga akan mendalami peran siswa yang memprovokasi dan merekam video.

"Kekerasan di lingkungan sekolah tidak boleh dinormalisasi. Ini jadi perhatian kita bersama,”katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....