Kecamatan Pagerageung Gandeng KPAID Cegah Kenakalan Remaja

  • 29 Apr 2026 20:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Kekhawatiran soal kenakalan remaja dan pergaulan bebas di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, direspons serius pemerintah setempat. Pemerintah setempat, menggandeng KPAID Kabupaten Tasikmalaya menggelar edukasi dan menyusun rencana aksi bersama untuk menekan potensi penyimpangan perilaku di kalangan anak muda.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Desa Pagersari, Selasa 29 April 2026. Camat Pagerageung, Nandang Heryana, mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi.

Menurutnya, keresahan warga soal perilaku remaja belakangan ini harus dijawab dengan langkah nyata dan terukur. "Ini sebagai bentuk upaya menekan kenakalan remaja dan pergaulan bebas di wilayah Kecamatan Pagerageung," kata Nandang.

Nandang mengatakan, pihaknya , telah merancang rencana aksi konkret yang melibatkan banyak pihak. Ke depan, sektor pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA akan dilibatkan aktif. Pemerintah desa juga didorong menjalankan tupoksi perlindungan anak secara maksimal.

"Semua harus bergerak sesuai tupoksi. Sekolah, desa, puskesmas, tokoh agama, sampai Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan remaja di Pagerageung," ujarnya.

Ia menambahkan, pola penanganan tidak bisa parsial. Dibutuhkan deteksi dini dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan RT/RW, sebelum masalah membesar.

Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kecamatan Pagerageung. Menurutnya, inisiatif membangun sinergi lintas sektor seperti ini masih jarang dilakukan di tingkat kecamatan.

"Ini merupakan sebuah momentum yang seharusnya dibangun bukan hanya di Kecamatan Pagerageung saja, namun harus dilakukan hal serupa oleh kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Tasikmalaya," kata Ato.

Ia menyebut, kasus yang melibatkan anak dan remaja di Tasikmalaya masih cukup tinggi. Mulai dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan gadget, hingga pergaulan bebas. Tanpa pencegahan dari hulu, beban penanganan di hilir akan semakin berat.

"Kuncinya edukasi berkelanjutan dan pengawasan orang tua. Ketika semua stakeholder duduk bersama seperti ini, potensi masalah bisa dipetakan lebih cepat," ujarnya.

Selain rencana aksi, forum di Desa Pagersari itu juga menekankan pentingnya penguatan peran keluarga. Kepala Puskesmas dan para kepala desa diminta aktif mengedukasi warga soal pola asuh, bahaya pergaulan bebas, dan dampak kenakalan remaja terhadap masa depan anak.

Tokoh masyarakat yang hadir juga menyoroti maraknya konten negatif di media sosial yang mudah diakses anak. Mereka berharap ada pembinaan literasi digital hingga ke tingkat dusun.

Hadir dalam forum itu seluruh kepala desa se-Kecamatan Pagerageung, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan Polri. Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang pemetaan persoalan perlindungan anak di tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....