Pemkab Bandung Barat Perkuat Percepatan Penanganan Stunting lewat Bimtek
- 29 Apr 2026 17:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam percepatan penanganan stunting. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Posyandu tingkat kabupaten.
Kegiatan tersebut digelar Rabu 29 April 2026 di Hotel L’Eminence, dan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Bandung Barat, Ibu Syahnaz, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur. Turut hadir pula Tim Pembina Posyandu dari seluruh desa dan kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat (DPMD) memberikan pembekalan kepada para tim pembina Posyandu guna meningkatkan kapasitas serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembinaan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kepala DPMD KBB, Dudi Setiadi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam menangani persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di daerah.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita mempercepat penanganan stunting di Kabupaten Bandung Barat. Ini harus dilakukan secara terstruktur hingga ke tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 165 desa dan 16 kecamatan, dengan total peserta sekitar 80 orang yang merupakan tim pembina Posyandu. Para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam penguatan layanan Posyandu di wilayah masing-masing.
Selain bimbingan teknis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan operasional bagi desa dan Posyandu sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menekan angka stunting. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi kepada masyarakat.
“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan penguatan kapasitas tim pembina, kita optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu KBB, Syahnaz, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....